Ticker

6/recent/Ticker-posts

Bangun Patung Bung Karno,Walikota Hidayat Pecahkan Tangis Megawati

Penanda tanganan Prasasti Monumen Mutiara Bangsa oleh Megawati

PALU, indometro.id - Sejak Awal menjabat sebagai Walikota Palu Hidayat memang telah merencanakan akan mendirikan Patung Monumen Mutiara Bangsa sang Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir Soekarno alias bung Karno

Seiring berjalannya Waktu dengan melewati berbagai musibah dan bencana alam dan non Alam yang mendera bangsa ini akhirnya Patung itu pun telah kokoh berdiri dan terealisasi pada tahun 2020 ini

Tak disangka Ternyata dari Ide Walikota Palu Hidayat yang membangun Patung sang proklamator tersebut telah membuat tangis Putri Sulung Bung Karno Itu Pecah disaat kegiatan penanda tanganan Prasasti Monumen Mutiara Bangsa yang merupakan yang akan di tancapkan di lokasi Patung tersebut pada (22/7)


Proses peresmian yang dilakukan secara virtual itu,Megawati yang juga Presiden adalah Kelima RI itu mengapresiasi dan sangar ber terima kasih kepada Wali Kota Palu Hidayat serta seluruh masyarakat kota Palu yang telah medirikan patung Bung Karno di tengah kota Palu dimana  Mega kemudian mengenang  bahwa pada 2 Oktober 1957 silam Bung Karno pernah menegaskan bahwa Palu sebagai salah satu mutiara di khatulistiwa Indonesia.

" Olehnya dengan ini saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan masyarakat Palu dengan dibangunnya sebuah Monumen Mutiara Bangsa. Dan dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, saya resmikan kehadiran Monumen Mutiara Bangsa ini," Ucap Megawati dalam acara peresmian 20 Kantor DPD/DPC PDIP, Rabu (22/7).

Dalam sambutannya Mega mengemukakan bahwa Bung Karno menunjukan kebenaran, dedikasi dan pengabdian kepada rakyat Indonesia adalah suatu perjalanan tiada akhir. Hal itu yang membuktikan ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno terhadap bangsa tidak bisa dibunuh oleh siapa pun. Termasuk falsafah Pancasila yang digali dari bumi Indonesia.

Kemudian disela sela sambutannya Mega nampak tak mampu menahan rasa harunya sehingga  dia meneteskan air mata sembari melanjutkan pidatonya dengan suara yang terbata-bata.

"Bung Karno bukan karena beliau ayah saya, tetapi sebagai manusia selama membaktikan hidupnya, bukan bagi bangsa Indonesia saja, tetapi juga perjuangan beliau dalam dinamika dunia internasional," sebut  Megawati sambil mengelap air matanya

Selain Prasasti patung bung karno, secara Nasional juga dilakukan penanda tangan Prasasti  sebanyak  20 kantor DPD dan DPC PDIP yang ada di Indonesia.(AH)