Ticker

6/recent/Ticker-posts

Bupati Aceh Tamiang tinjau 3 kecamatan yang Terendam Banjir.

foto : aceh tamiang terendam banjir


Aceh Tamiang, indometro.id -- Selain menghadapi ujian Bencana Non Alam berupa Pandemi Covid-19, Bumi Muda Sedia juga mendapat ujian Bencana Alam berupa banjir yang melanda beberapa wilayah Dalam Kabupaten Aceh Tamiang. Pada hari ini  Senin, (18/05/20)  Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn, didampingi Asisten Pemerintahan, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial dan Kabag Humas Setdakab melakukan peninjauan langsung ke beberapa wilayah yang terendam banjir.

Kunjungan dalam rangka tanggap banjir dilakukan Mursil pada 3 (tiga) Kecamatan sekaligus yakni  Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Rantau dan Kecamatan Bendahara. Berdasarkan kunjungan langsung di lapangan, ketinggian debit sungai sudah menurun namun pada Kecamatan Bendahara tepatnya di Kampung Teluk Kemiri dan Teluk Kepayang beberapa unit rumah dan ruas jalan masih terendam banjir. Dalam kunjungan tersebut Bupati turut memberikan bantuan sembako dititik lokasi pengungsian pada 3 (tiga) Kecamatan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang sebelumnya pada Minggu (17/05/20) juga  telah menyerahkan bantuan masa panik di Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Kejuruan Muda. Bantuan tanggap banjir ini merupakan bantuan masa panik dengan membangun tenda pengungsian  dan penyerahan bantuan sembako diperuntukkan bagi dapur umum. Curah hujan yang tinggi dibagian hulu Tamiang dalam beberapa hari ini telah menyebabkan pemukiman warga dan ruas jalan terendam, tanggul - tanggul jebol disebabkan hantaman air yang deras. Berdasarkan pemantauan dilapangan beberapa Kecamatan yang mengalami banjir sebagian dialami Kecamatan Tenggulun, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Kejuruan Muda, Sekerak, Bandar Pusaka, Kota Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Seruway, Bendahara.

Pembangunan tenda dan dapur umum sudah disiapsiagakan oleh Tim BPBD Aceh Tamiang, sehingga jika keadaan terburukpun terjadi setidaknya pertolongan sebagai tempat pengungsian warga telah ada.
(Apriansyah)