Ticker

6/recent/Ticker-posts

Waspada! Kasus Penipuan Online Melonjak Selama Pandemi Corona, Pelakunya Semakin Lihai

Ilustrasi
BEKASI, indometro.id - Selama sebulan terakhir Polres Metro Bekasi Kota mencatat ada 50 lebih terjadi penipuan online Kota Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, AKBP Arman menjelaskan bahwa penipuan online yang terjadi akhir-akhir ini yaitu penjualan Alat Pelindung Diri (APD).
“Rata-rata penipuan online penjualan APD yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Baik itu sarung tangan, masker, hand sanitizer yang dijual fiktif,” kata Arman, saat dikonfirmasi Pojokbekasi.com, melalui sambungan telepon, Kamis (9/4).
Arman menambahkan pembeli sangat tertarik barang yang di tawarkan oleh penjual dengan harga yang murah.
“Yang menyebabkan penipuan ini terjadi karena ada tawaran-tawaran yang menarik tentang penjualan yang lebih murah dari biasanya, padahal untuk saat ini sangat dibutuhkan,” jelas Arman.
“Sehingga pembeli tertarik untuk membeli barang-barang tersebut dan barangnya fiktif,” tambah Arman.
Menurut Arman pihaknya sangat sulit untuk melacak penipuan tersebut. Sebab, para pelaku penipuan tersebut juga menggunakan rekening fiktif.
“Kalau kita dapat alamatnya dan ternyata alamatnya fiktif, itu kan mentok lagi tuh. Rekening fiktif juga memudahkan para pelaku melakukan aksinya untuk menipu online,” ucapnya.

Arman juga menghimbau pembeli jika ingin membeli alat kesehatan, seharunya cash on delivery (COD).

“Yang kedua jika masyarakat ingin membeli melalui aplikasi online usahakan COD pada saat barang sudah sampai, baru membayarnya,” tegasnya.
Nantinya, para pelaku penipuan berbasis online tersebut akan dijerat Pasal UU ITE.


Berita ini sudah terbit di jpnn.com