Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pemko Tebing Tinggi Siap Ganti Beras yang Dikeluhkan Warga

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi Marimbun Marpaung saat di Posko Covid.

TEBING TINGGI, indometro.id - Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan siap mengganti beras yang kualitasnya dikeluhkan warga usai pembagian bahan pangan gratis.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi Marimbun Marpaung kepada Medan Pos Online, Sabtu (18/4/2020) di Posko Covid-19 Jalan Sutomo Tebing Tinggi menjelaskan, pihaknya belum ada menerima laporan keluhan warga terkait kualitas beras yang dibagi.

Kita bekerjasama dengan Perum Bulog Cabang Medan dan apabila ada kemasan rusak mereka bersedia mengganti. “Kami menghimbau kepada masyarakat penerima bantuan apabila ada yang menerima kemasan rusak, expire arau tidak sesuai dengan spesifikasi, Peum Bulog bersedia menggantinya,” ujar Marimbun.

Warga tinggal melaporkannya kepada tim kami  berapa jumlah nya dan tentunya harus ada bukti visualisasi yang menunjukkan itu adalah produk bulog yang mengalami kerusakan, tegas Marimbun.
Puluhan warga keluhkan kualitas beras yang dibagi Pemko Tebing Tinggi.
Marimbun menjelaskan, Pemko Tebing Tinggi melalui Dinas Pertanian telah menganggarkan dana sebesar Rp. 750 juta untuk pengadaan 10.000 paket kebutuhan pokok gratis kepada warga yang ekonominya terdampak akibat Virus COVID-19 ini.
” Menjelang Ramadhan kita telah membagikan 5000 paket gratis kemarin serentak di 5 kecamatan. Rencananya kita akan membagikan sisa 5000 lagi pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang “, kata Kadis Pertanian.
Sebelumnya, puluhan warga Jalan Anturmangan Kelurahan Sri Padang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi keluhkan kualitas beras yang mereka terima dari pembagian bahan pangan Pemko setempat.
Menurut mereka rasanya payau dan serta berbau, berbatu dan berpasir. Sebahagian warga sudah sempat mengkonsumsi beras tersebut. Adapun paket bahan pangan yang mereka terima kemarin yakni, beras 5 kg merk “beraskita” produk Perum Bulog, mie instan 3 bungkus, minyak makan 1 kg, masker dan vitamin.
Ramdi Tanjung warga setempat saat dikonfirmasi indometro.id mengatakan, kami diberi beras yang tak layak dimakan, rasanya payau dan berserak, tidak seperti beras, katanya dan menduga itu adalah beras lama.
“Kami mengharapkan kepada pemerintah agar segera dapat mengganti beras kami dengan beras yang layak,” harap Ramdi bersama warga lainnya.




Berita ini sudah terbit di Medan Pos ONLINE.com