Ticker

6/recent/Ticker-posts

Keluarga, Teman dan Mantan Guru di SMK Pantai Cermin, Tak Yakin Juliana Hamil

Juliana Liem Tumanggor semasa hidup.
MEDAN, indometro.id – Sejumlah teman dan keluarga Juliana Tumanggor (26), mengaku tak yakin dengan isu bahwa mahasiswi semester akhir di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) itu tengah hamil.

Hal itu disampaikan sepupu dan teman dekatnya, Lia (26) dan Decy Handayani Sinulingga (26) melalui sambungan telepon, Selasa (14/4/2020). Menurut Lia, dugaan tersebut tidak benar dan menyesatkan.

 “Itu semua tidak benar pak. Dia tidak hamil. Saya sepupunya, kami sekeluarga sedih membaca berita itu. Apalagi kami sedang berduka,” ungkap Lia kepada indometro.id.

Hal senada juga diungkapkan teman Juliana, Decy Handayani Sinulingga. Gadis yang tinggal di kawasan Simpang Selayang itu mengatakan bahwa Juliana adalah seorang perempuan yang baik dan pekerja keras. Menurut Decy, temannya itu memang tinggal seorang diri di Medan, sedangkan kedua orangtuanya sudah berpisah.

 “Kami resah membaca itu. Dia anak yang baik dan rajin bekerja. Setiap harinya dia kerja sebagai admin di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang material bangunan,” jelasnya.

Juliana, lanjut Decy, adalah teman sekolahnya di SMP Negeri 31 Lau Cih. Saat ini, Decy juga tinggal tak jauh dari rumah kontrakan Juliana. “Kami teman SMP. Dia sendirian di Medan dan mengontrak rumah. Adiknya memang ada, tapi baru datang dari Jakarta sekitar 4 hari sebelum kejadian. Adiknya itu lah yang mau menjemput dia di Simpang Selayang,” lanjutnya. 


Tak cuma teman dan keluarga, salah seorang mantan guru Juliana di SMK Negeri 1 Pantai Cermin pun mengungkapkan hal serupa. Menurut guru bidang studi bimbingan konseling, Siti Ramlah Lubis, Juliana merupakan anak yang baik di sekolah. “Dia anak (siswa) Akuntansi di SMK Negeri 1 Pantai Cermin, 8 tahun lalu. Selama saya mengajar, dia tidak pernah bermasalah. Apalagi saya guru Bimbingan Konseling.

Dia memang tidak terlalu berprestasi di kelas, tapi dia anak yang rajin,” ungkapnya. Siti pun berharap agar petugas kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut dan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya. “Kami berharap agar polisi cepat menangkap pelaku. Kasihan keluarganya, apalagi saya dengar dia mau meja hijau,” tutupnya.

Sebelumnya, Kapolsek Pancur Batu AKP Dedy Dharma ketika dikonfirmasi indometro.id, Minggu (12/4/2020) malam, mengaku tidak mengetahui isu tersebut. “Gak tau kita kalau soal hamil. Belum dapat hasil otopsi,” katanya.

Berita ini sudah terbit di METRO24jam.com