Ticker

6/recent/Ticker-posts

Staf Kemenlu Diduga Supect Virus Corona Baru (Covid-19),Dievakuasi ke RSUD Tarutung

Foto Staf Kemenlu Diduga Supect Virus Corona Baru (Covid-19),Dievakuasi ke RSUD Tarutung


indometro.id
-Adanya informasi yang beredar bahwa salah seorang staf dari Kementerian Luar Negeri sempat dilaporkan diduga terjangkit suspect virus Corona baru (Covid-19), Jum’at,13/3/2020 siang.

Mendegar dan mendapat Informasi tersebut Gosumut.com Jum’at (13/3/2020) mulai dari pagi mencoba dan berusaha menggali serta mencari kejelasan akan rumor berita yang sudah berkembang dimasyarakat tersebut.

Diketahui bahwa aparat keamanan mendengar dan mendapat kabar bahwa ada salah seorang staf Kemlu yang sakit dengan gejala dugaan mirip gejala corona dengan ciri ciri Kondisi tubuh yang dialami si Korban ada kemiripan sebagaimana ciri ciri suspect virus Corona baru (Covid-19) yakni kondisi fisik badan lemas, batuk kering, demam dan sakit perut/diare.
Setelah mencari dan menggali informasi dari berbagai sumber didapat informasi bahwa staf kemenlu yang diduga suspect virus Corona baru (Covid-19) menginap di Hotel Op.Herti.

Manager Hotel Op Herti Parlin Silalahi ketika dikonfirmasi wartawan Jum’at (13/3/2020) sekira pukul 17.30 wib terkait isu tersebut membenarkan bahwa oknum tersebut benar menginap di Hotel Op Herti dalam rangka tugas kerja Terkait kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba Kamis, (12/3/2020) kemarin.

Didapat informasi, setelah pihak kemanan dan pemerintah Daerah melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap data sikorban yang diduga suspect virus Corona baru (Covid-19), ternyata pada tanggal 4 -7 Maret 2020 yang bersangkutan melaksanakan tugas kerja ke Negara Vietnam dan pada 10 Maret 2020, berangkat dari Jakarta menuju Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit Siborongborong dan menginap disini, masih tetap dalam kondisi yang sama,” ungkap Parlin.

Mengetahui dan mendapatkan informasi bahwa ada seseorang diduga terpapar Suspet Virus Corona Baru (Covid-19) yang membuat warga Kabupaten Toba sempat agak sedikit panik dengan beredarnya berita adanya seorang oknum Staf Kemenlu terpapar Suspect Virus Corona Baru (Covid-19) dan sudah di evakuasi ke RSUD Tarutung untuk penangannya, pihak aparat Kabupaten Toba langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah Daerah dan langsung mengkonfirmasinya kepada pihak RSUD Tarutung untuk tindak lanjut pelaksanaan evakuasi, karena RSUD Tarutung adalah salah satu RSU rujukan yang telah ditentukan Kemenkes RI sebagai salah satu RSUD Rujukan penanganan pasien Suspect Virus Cororna Baru (Covid-19).

“Siang tadi, yang bersangkutan sudah dibawa menggunakan ambulance dari hotel menuju RSUD Tarutung, Tapanuli Utara guna untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih serius,” pungkas Parlin.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Toba dr Juliwan Hutapea, bersama Sekda Kab.Toba Drs. Audhi Murphy O Sitorus,SH, M.Si yang juga didampingi oleh Asisten 3 Parulian Siregar dan Kepala Dinas Kominfo Drs, Lalo H Simanjuntak, M.Si memberikan keterangan persnya kepada wartawan di Lapangan Sisingamangaraja XII Balige dilokasi persiapan Acara perayaan HUT Kabupaten Toba Samosir ke 21 yang sekaligus penyambutan dan pembukaan selubung pergantian nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba, Jum’at petang (13/3/2020) sekira pukul 18.00 Wib, membenarkan bahwa ada seorang laki-laki menginap di Hotel Op Herti yang telah dievakuasi ke RSUD Tarutung, sekira pukul 11.45 Wib karena ada dugaan si oknum Suspect Virus Cororna Baru (Covid-19).

Pelaksanaan evakuasi dibantu oleh para aparat, si oknum yang diduga terjangkit Suspect Virus Corona Baru (Covid-19) langsung dilarikan ke RSUD Tarutung menggunakan mobil ambulance khusus yang didampingi langsung oleh tim dokter yang telah ditunjuk sebagai dokter yang menangani pasien terduga terjangkit Suspect Virus Cororna Baru (Covid-19).

"Kita tetap berjaga dan tetap waspada karena diketahui si oknum yang sakit (yang bersangkutan) pernah bepergian ke luar negeri dari negara Vietnam sebelum datang ke Kabupaten Toba dalam rangka urusan kerja atas kedatangan Raja dan Ratu Belanda di Kabupaten Toba Indonesia,” ucapnya.

Sekaitan dengan masalah tersebut dr, Juliwan menjelaskan, bahwa pihaknya Dinas Kesehatan Kabupaten Toba sudah menghubungi pihak rumah sakit di Tarutung sebagai Rumah Sakit Rujukan untuk Suspect Virus Corona Baru (Covid-19) guna mengkonfirmasinya serta untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar suspect virus Covid-19 Seperti yang dikhawatirkan dalam pemberitaan dan ternyata hasilnya negatif.

Hal tersebut diketahui, setelah pihak RSUD Tarutung melakukan pemeriksaan Laboratorium dengan memeriksa darahnya yang bersangkutan dan ternyata dianya mengidàp tifoid (tifus) dan Demam Berdarah [Dengue] (DBD).

"Dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan lab si oknum tersebut tidak ada tanda-tanda suspect virus Covid-19, namun si oknum masih tetap,dalam perawatan dan pemeriksaan mapun pengawasan pihak RSUD Tarutung sebagai salah satu RSUD rujukan di Prop.Sumut akan penanganan Suspect Virus Corona Baru (Covid-19). si pasien tersebut saat ini sudah dipindah ruangannya di ruang rawat inap biasa, bukan di ruang isolasi,” bebernya.

Dr. Juliwan selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba menjelaskan dan memastikan, bahwa yang bersangkutan bukan suspect virus corona.namun, karena si pasien ini pernah bepergian ke luar negeri, jadi masih tetap dalam penanganan dan pengawasan dokter RSUD Tarutung hingga tanggal 21 Maret 2020,”.

Ditegaskan Dr.Juliwan bahwa hingga saat ini Kabupaten Toba masih tetap aman dan kondusif serta terbebas dari dugaan berbagai serangan Supect Virus Corona Baru (Covid-19.

Untuk itu dihimbau kepada masyarakat luas supaya tetap waspada dan jangan panik bila ada mendengar ataupun mengetahui seseorang yang diduga terpapar Supect Virus Corona Baru (Covid-19) ataupun seseorang merasakan seperti gejala gejala sebagaimana yang diinfokan segeralah periksakan diri ke Rumah Sakit dan jangan panik,Gugup serta jangan linglung.
Berita ini sudah terbit di GOSUMUT.com