Miris! Ibu di Wonogiri Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, December 13, 2019

Miris! Ibu di Wonogiri Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri

Baca Juga

Ibu di Wonogiri Racuni 2 Anak lalu Bunuh Diri, Keluarga: Korban Punya Gangguan Kecemasan
ist

INDOMETRO.ID - Suami Winarsih, ibu rumah tangga di Kabupaten Wonogiri, Jawa Timur (Jatim), yang tega meracuni anaknya lalu bunuh diri, menilai korban memiliki gangguan kecemasan. 

Sebab, dia kerap berprasangka buruk ke orang lain, bahkan menganggap warga sekitar memusuhi dirinya.

Suami korban, Sukron Candani mengatakan, kondisi seperti ini sudah lama dialami sang istri. Bahkan pada 2008 hingga 2015, dia sampai memilih untuk tidak bekerja dan menemani istrinya tersebut.

"Jadi selama itu saya hanya di rumah sama istri saya dan anak-anak. 

Lalu di tahun 2015, istri saya meminta saya mencari kerja," kata Sukron kepada wartawan di RSUD Harjono Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Jumat (13/12/2019).

Gangguan kecemasan itu, kata dia, mulai dirasakan kerap kambuh pada 2009. Karena itulah dia lebih memilih mendampingi Winarsih, lantaran khawatir menemaninya sendiri di rumah bersama anak-anak.

Sukron membantah kalau masalah itu timbul karena dirinya memutuskan poligami. 

Menurutnya, sang istri sudah menerima dan ikhlas atas keputusannya menikah lagi. Begitu juga keluarga dari Winarsih yang sudah tahu fakta itu dan menerima kondisi itu.

"Kalau saya menikah lagi, istri saya sebetulnya sudah ikhlas. Keluarganya juga sudah tahu. Saya juga masih berkomunikasi baik dan mengirimkan istri saya uang," ujar dia.

Sebelumnya, warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri digegerkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ibu terhadap dua anaknya.

Aksi sadistis itu dilakukan Winarsih. Tanpa belas kasihan, Winarsih meracunia dua anaknya yakni KD (8) dan ZIM (10). 

Akibat kejadian itu, KD meregang nyawa setelah menenggak racun. Sedangkan ZIM selamat, namun kondisinya kritis dan masih dirawat intensif di rumah sakit.


berita ini bersumber dari inews

No comments:

Post a Comment