Ganas, Ibu Tiri tega Menganiaya Anak Tirinya Yang Masih Balita Hingga Tewas - Indometro Media

Berita Terbaru

Thursday, September 19, 2019

Ganas, Ibu Tiri tega Menganiaya Anak Tirinya Yang Masih Balita Hingga Tewas

Baca Juga

Barang bukti penganiayaan balita hingga tewas di Bogor
ist

INDOMETRO.ID – Seorang ibu tiri berinisial Z di Bogor, Jawa Barat, tega menganiaya anak tirinya berinisial SAW hingga tewas. 

Balita itu meninggal dunia dengan luka lebam dan tulang tengkorak retak.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fuiser bilang bahwa balita perempuan berusia 4 tahun delapan bulan itu menjadi pelampiasan pelaku jika kesal dengan anak kandungnya, yang juga masih balita berusia 1,5 tahun.

"Kalau anaknya membuat kekesalan terhadap ibunya, dilampiaskan kepada anak tirinya," kata dia di Mako Polresta Bogor.
Berikut ini sejumlah fakta tentang penganiayaan ibu kepada anak tirinya hingga berujung kematian.

Pelaku berusia 20 tahun
Pelaku merupakan ibu muda yang masih berusia 20 tahun. 

Dia tinggal di Kampung Situ Pete, Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sereal, Kota Bogor, bersama dengan anak kandungnya yang berusia 1,5 tahun dan anak tirinya berusia 4 tahun delapan bulan. 

Sementara suaminya yang juga ayah korban bekerja di Surabaya, Jawa Timur dan hanya sebulan sekali pulang.  
"Usia yang sangat labil, tetapi menurut saya tidak seluruhnya, saya tidak menyimpulkan tetapi biasanya begitu. 

Dengan kondisi tertekan usia 20 tahun mengasuh dua anak, kesal sama anaknya, dilampiaskan kepada anak tirinya," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Niko N Adi Putra.

Aniaya anak tirinya
Z sering melakukan penganiayaan kepada SAW, namun puncaknya dilakukan sepekan sebelum korban meninggal dunia.

Z mengaku, penganiayaan terakhir yang dilakukan kepada putri tirinya adalah dengan menjambak rambut, mencubit lengan dan dadanya sampai biru. 

Z juga membenturkan kepala anak tirinya ke tembok.
Sudah meninggal saat dibawa ke puskesmas
Karena kondisi itu, SAW sempat dibawa ke Puskesmas Mekarwangi Tanah Sereal Kota Bogor, yang berada di samping Polsek sekitar pukul 13.30 WIB. 

Korban dibawa ibu tiri, tetangga dan ketua RT setempat.

Pihak puskemas mengungkapkan bahwa korban sudah dalam keadaan tak bernyawa ketika dibawa ke puskemas. Bahkan, di tubuhnya ditemukan luka lebam di sekitar punggung dan tangan.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah sudah dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi untuk proses lebih lanjut. 

Sementara berdasarkan hasil autopsi, tulang tengkorak SAW retak. Korban sempat mengalami kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia.

Menunggu hasil visum
Meski terdapat kejanggalan luka lebam dan tulang tengkorak retak, pihak kepolisian belum memastikan penganiayaan sebagai penyebab kematian korban.

"Setelah pemeriksaan visum agar akurat hasilnya. 

Baru besok dijelaskan dari hasil visum dan saksi-saksi," ujar Kapolsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota, Kompol Sarip Samsu.

Sementara Z mengaku bahwa SAW pada Sabtu lalu, 13 September 2019 mengalami kecelakaan saat naik ojek online. Soal ini, pihak kepolisian akan memeriksa dan mendalaminya.

"Kami juga memeriksa kesaksian RT dan tetangganya yang ikut mengantar ke puskesmas," ucap Samsu.

Ancaman hukuman
Kasus Z saat ini ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

Jika terbukti bersalah, pelaku dijerat pasal 76 C jo Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Namun Kepolisian Unit PPA akan memberikan kelonggaran karena pelaku masih menyusui anaknya.  


Berita ini telah di terbitkan dan bersumber dari viva

No comments:

Post a Comment