Seorang Warga Tewas Saat Penggerebekan Kasus Narkoba di Medan

Baca Juga

Jenazah
INDOMETRO.IDPenggerebekan terhadap pengedar narkoba terjadi di Sektor Medan Timur, di Jalan Ampera III Lingkungan 1, Kelurahan Glugur Darat Kecamatan Medan Timur Sumatera Utara. Seorang pria bernama Gazali,68, meninggal, saat hendak menolong anaknya yang akan dibawa sejumlah petugas kepolisian.
Salah seorang saksi mata Novita (29) yang juga keponakan Gazali, menjelaskan, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB. Saat penggerebekan, seorang bandar narkoba bernama Tama, menyuruh anak Ghazali yang bernama Shaleh untuk memanggil Kepala Lingkungan (Kepling ).
Saat hendak pergi ke rumah Kepling menurut Novita, Shaleh, justru dikejar polisi dan ditangkap. Gazali yang tak terima dengan perlakuan polisi kepada anaknya, sekuat tenaga mencoba menyelamatkan Shaleh. BACA JUGA :


"Waktu itu kami ditolak sama oknum polisi itu. Akupun juga jatuh. Di situlah dia (korban), terjatuh dan kejang-kejang," ungkap Novita.
Sempat ada upaya untuk menyelamatkan Gazali, tetapi saat dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat, Gazali menghembuskan napas terakhir. "Waktu itu setau saya si Shaleh hanya disuruh manggil kepling, tapi dia malah dikejar-kejar polisi," kata Elita.
Sementara itu Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifani membenarkan soal penggerebekan yang dilakukan anak buahnya. Namun ia belum berani memastikan penyebab meninggalnya Gazali.
"Mungkin orang tuanya melihat anaknya yang juga kita duga terlibat narkoba, hendak kita bawa, jadi dia (Gazali) menghalangi sedikit. Tapi kan bukan masyarakat sini," katanya.
Rudi mengatakan pihaknya akan terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. "Mau kita lakukan pemeriksaan dulu, artinya supaya clear kita minta keterangan kepada petugas yang ada di tempat kejadian," tandasnya.
Kapolsek Medan Timur Komisaris Polisi M. Arifin menjelaskan dari hasil penggerebekan itu diamankan barang bukti sembilan paket sabu dengan masing-masing paket berisi 1 gram sabu. Polisi juga telah menangkap dua orang terkait kasus ini.
"Keduanya berinisial SH dan TM berhasil kita amankan. Saat ini sedang menjalani pemeriksaan," kata Arifin. Arifin menduga Gazali meninggal karena penyakit jantung.(KPN)

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama