
Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd Kacabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Utara
Aceh Utara. Indometro. Id – Keberhasilan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya bergantung pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga. Perhatian orang tua terhadap kesehatan, kesiapan mental, kedisiplinan, dan motivasi belajar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi asesmen tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak selama masa persiapan TKA. Dukungan keluarga dinilai dapat membantu peserta didik belajar lebih terarah, mengelola kecemasan, serta membangun kepercayaan diri.
Menurut Muhammad Johan, persiapan TKA seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik. Anak juga membutuhkan kondisi fisik yang sehat, mental yang kuat, dan suasana rumah yang mendukung agar dapat belajar secara optimal.
Orang tua dapat memulainya dengan membangun kebiasaan hidup sehat di rumah. Anak perlu mendapatkan waktu tidur yang cukup, sekitar 7–8 jam sehari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga ringan secara teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Di samping itu, kesehatan mental anak tidak boleh diabaikan. Orang tua hendaknya memberikan dorongan positif, mendengarkan keluhan anak, serta menghindari tuntutan dan tekanan berlebihan. Kegiatan sederhana seperti berdoa bersama dan berbagi cerita dengan anggota keluarga juga dapat membantu anak merasa lebih tenang.
Dalam aspek akademik, pendampingan dapat dilakukan dengan menyediakan sumber belajar yang sesuai, membantu anak menyusun jadwal belajar, dan memantau perkembangan pemahamannya. Ketika anak menghadapi kesulitan dalam mempelajari materi tertentu, orang tua diharapkan hadir untuk memberikan dukungan dan membantu menemukan solusi.
Muhammad Johan juga mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi terhadap usaha dan kemajuan anak. Menurutnya, orang tua tidak perlu membandingkan kemampuan anak dengan teman-temannya. Setiap peserta didik memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Anak perlu mendapatkan motivasi agar tetap bersemangat, bukan tekanan yang justru membuat mereka takut menghadapi ujian,” demikian pesan yang ditekankan dalam imbauan tersebut.
Pengelolaan waktu juga menjadi perhatian penting. Jadwal belajar perlu diimbangi dengan istirahat, aktivitas fisik, sosialisasi, dan kegiatan positif lainnya. Penggunaan gawai yang tidak berkaitan dengan pembelajaran sebaiknya dibatasi agar konsentrasi anak tetap terjaga.
Lebih dari sekadar persiapan ujian, lingkungan keluarga juga menjadi tempat utama dalam menanamkan karakter. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Rumah yang nyaman, komunikasi terbuka, dan kasih sayang orang tua akan membantu anak menjalani proses belajar dengan lebih baik.
Untuk memastikan pendampingan berjalan efektif, orang tua juga diharapkan menjalin komunikasi dengan guru dan wali kelas. Melalui komunikasi tersebut, perkembangan akademik maupun kendala belajar anak dapat diketahui sehingga dukungan yang diberikan keluarga sejalan dengan upaya sekolah.
Muhammad Johan menegaskan bahwa kesiapan menghadapi TKA merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah berperan dalam proses pembelajaran, sedangkan keluarga memberikan penguatan melalui perhatian, pembiasaan, dan pendampingan di rumah.
Sinergi kedua lingkungan pendidikan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus membantu peserta didik menghadapi TKA dengan lebih siap, tenang, dan percaya diri.
Dukungan orang tua, sekecil apa pun, dapat memberikan pengaruh besar terhadap semangat belajar dan masa depan anak. Karena itu, keberhasilan TKA hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian angka, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun karakter, kemandirian, dan kebiasaan belajar yang positif.
Dengan pendampingan yang konsisten serta komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah, peserta didik diharapkan mampu menjalani TKA secara optimal dan terus berkembang menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan. ***



Posting Komentar untuk "Muhammad Johan: Peran Orang Tua Jadi Kunci Anak Hadapi TKA dengan Percaya Diri"