RUTENG, NTT, Indometro.id – Universitas Surabaya (UBAYA) kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, UBAYA menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, pendampingan pemulihan trauma anak, serta bantuan kebutuhan pokok bagi warga Dusun Rii, Desa Beamese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut merupakan kali kedua UBAYA menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di wilayah itu. Sebelumnya, pada September 2026, UBAYA telah memberikan bantuan berupa sembako, vitamin, selimut, handuk, sabun, pasta gigi, dan sejumlah terpal untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana.
Pada kunjungan kedua ini, rombongan UBAYA dipimpin langsung oleh rektor bersama sekretaris, sejumlah dosen, dan seorang dokter. Selain menyerahkan bantuan logistik, rombongan memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan tanpa dipungut biaya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Dusun Rii Beamese Cibal yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan disusul gempa berikutnya pada 20 Agustus 2026.
UBAYA Perhatikan Kesehatan dan Pemulihan Trauma Anak
Tidak hanya menyasar kebutuhan fisik warga dewasa, pelayanan kemanusiaan UBAYA juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mengalami dampak bencana.
Anak-anak dari jenjang pendidikan PAUD, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) mengikuti kegiatan trauma healing yang dipandu oleh salah seorang dosen UBAYA.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak membangun kembali rasa aman dan mengurangi beban psikologis setelah mengalami situasi bencana.
Rektor Universitas Surabaya, Dr.Ir.Benny Lianto.MMBAT mengatakan, kunjungan ke Dusun Rii berawal dari informasi seorang mantan mahasiswa UBAYA bernama Gilbert yang menyampaikan kondisi masyarakat setempat setelah gempa bumi.
Menurutnya, informasi tersebut menggambarkan keadaan warga yang memprihatinkan karena sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka roboh maupun mengalami kerusakan.
Kondisi itu mendorong pihak kampus untuk mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat, bukan hanya melalui bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan.
Beni menjelaskan, bantuan sembako memang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana. Namun, kesehatan fisik dan mental juga harus mendapatkan perhatian agar masyarakat dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
“Kami merasa terpanggil untuk datang dan membantu masyarakat. Karena itu, kami membawa dokter untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta memberikan obat-obatan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu hal paling berharga dalam kehidupan sehingga perlu mendapat perhatian, terlebih bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit setelah bencana.
Terharu dengan Penerimaan Adat Manggarai
Selain menjalankan pelayanan kesehatan dan menyerahkan bantuan, rombongan UBAYA juga mendapat pengalaman budaya melalui penerimaan secara adat Manggarai di rumah gendang Rii, Desa Beamese.
Dalam prosesi tersebut, rombongan disambut melalui tradisi tuak curu dan manuk kapu, yakni penyambutan adat menggunakan tuak dan ayam jantan sebagai bagian dari tata penerimaan tamu dalam budaya Manggarai.
Beni mengaku terkesan dengan prosesi tersebut. Baginya, penyambutan adat itu merupakan pengalaman pertama yang memberikan kesan mendalam selama kunjungannya ke Dusun Rii.
Ia merasa terharu karena diterima dengan penuh penghormatan oleh masyarakat setempat. Pengalaman tersebut juga menambah makna kunjungan kemanusiaan UBAYA di tengah kondisi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascagempa.
UBAYA Buka Harapan Pendidikan bagi Anak Manggarai
Dalam kesempatan itu, Rektor UBAYA, Beni juga menyampaikan harapan agar anak-anak di Kabupaten Manggarai yang menyelesaikan pendidikan SMA memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke Universitas Surabaya.
Ia mengatakan, UBAYA membuka peluang bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh bantuan pendidikan hingga kuliah gratis melalui mekanisme rekomendasi dari kepala sekolah dan kepala desa.
Harapan tersebut menjadi pesan penting bagi anak-anak di wilayah terdampak gempa agar tetap memiliki semangat melanjutkan pendidikan meskipun keluarga mereka sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
Dukungan pendidikan dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka kesempatan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Manggarai.
Warga Sampaikan Terima kasih atas Kepedulian Ubaya.
Salah seorang guru SMAN 3 Cibal, Hariyanto Dala, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rektor, para dosen, dokter, serta seluruh rombongan UBAYA atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Dusun Rii.
Menurut Hariyanto, bantuan yang disalurkan dalam dua kesempatan tersebut sangat berarti bagi warga yang masih menghadapi dampak gempa bumi Flores.
Ia juga mengapresiasi peran Gilbert bersama rekan-rekan relawan yang telah membantu menghubungkan masyarakat terdampak dengan pihak kampus sehingga bantuan dapat sampai kepada warga yang membutuhkan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Jeri Geong yang secara intensif menjalin komunikasi dengan Gilbert melalui sambungan telepon dan WhatsApp untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UBAYA yang sudah dua kali hadir membantu masyarakat kami. Terima kasih juga kepada adik Gilbert, rekan-rekan relawan, dan Bapak Jeri Geong yang ikut berupaya sehingga bantuan ini bisa sampai kepada warga terdampak gempa di Dusun Rii,” ujar Hariyanto.
Setelah pelayanan kesehatan dan pemeriksaan gratis selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan kepada masyarakat Dusun Rii.
Kehadiran UBAYA di tengah warga menjadi bentuk solidaritas lintas daerah dalam membantu masyarakat Manggarai melewati masa pemulihan pascabencana. Bantuan kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta harapan melanjutkan pendidikan menjadi bagian dari upaya mendukung warga agar kembali bangkit setelah gempa bumi Flores.
Oleh Yos Geong.
Editor ; Beni Lehot.





Posting Komentar untuk "UBAYA Kembali Bantu Korban Gempa Manggarai, Gelar Pengobatan Gratis dan Trauma Healing Anak di Cibal"