BANGGAI — Indometro Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil tindakan tegas dengan mencopot seorang manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Kamis (10/9/2026). Langkah ini diambil setelah Amran menerima aduan langsung dari seorang petani lokal yang mengaku kesulitan mendapatkan akses pupuk bersubsidi.
Kejadian tersebut bermula saat kunjungan kerja jajaran Kementerian Pertanian di Kabupaten Banggai. Petani yang bersangkutan menyampaikan kendalanya yang belum terdaftar dalam kelompok tani setempat, sehingga aksesnya terhadap alokasi pupuk bersubsidi terhambat.
Mendengar laporan tersebut, Amran langsung merespons dan menegur manajer pupuk yang turut hadir di lokasi acara. Ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai pasif dan tidak membantu memberikan solusi administratif bagi petani.
“Bapak ini tidak punya kelompok. Tapi manajer pupuk tidak bisa membantu untuk membuatkan kelompok. Bisa tidak Anda (manajer) bantu dia buatkan kelompok?” tegas Amran di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat yang hadir, Kamis (10/9/2026).
Amran menegaskan bahwa petugas lapangan maupun manajer pupuk seharusnya aktif turun ke bawah untuk mendata serta memahami kebutuhan para petani. Petugas berkewajiban mendampingi petani yang terkendala masalah administrasi agar mereka tetap bisa memperoleh pupuk bersubsidi sesuai regulasi yang berlaku.
“Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani. Ini rakyat butuh. Jangan dibuat menunggu, datangi,” ujar Amran dengan nada keras.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar seluruh petani di Indonesia mendapatkan kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, hambatan di tingkat birokrasi dan pelayanan lapangan tidak boleh dibiarkan.
Sebagai langkah penegakan disiplin, Mentan Amran langsung memberhentikan manajer pupuk tersebut dari jabatannya di tempat. Tindakan ini diambil sebagai peringatan keras bagi seluruh jajaran di bawah Kementan agar bekerja maksimal dan berorientasi pada pelayanan rakyat.
Selain melakukan pencopotan, Amran juga meminta Bupati Banggai untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja aparat dan petugas penyalur di lapangan, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Sulawesi Tengah. (Redaksi)




Posting Komentar untuk "Mengadu Kesulitan Pupuk, Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Kabupaten Banggai"