Reduce bounce ratesindo Petani dari Bengkayang Neneng, M. Sos tolak Wacana Pencabutan Perda Perladangan Berbasis Kearifan Lokal - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Petani dari Bengkayang Neneng, M. Sos tolak Wacana Pencabutan Perda Perladangan Berbasis Kearifan Lokal

 


Indometro. Id - Bengkayang. 

Bertani atau berladang merupakan tradisi yang sudah sangat lama mulai dari jaman nenek moyang terdahulu. Ada Wacana pencabutan perda terkait perladangan berbasis kearifan lokal yang memunculkan kontroversi dari berbagai kalangan.


 

Salah satunya dari putri Bengkayang yang saat ini menjadi anggota DPRD provinsi KALBAR dapil 3 fraksi oartai Demokrat.Neneng memang juga bagian masyarakat yang gemar berladang atau beetani .Dengan tegas melalui awak media menyatakan., :
" Jagan main-main dengan budaya
bagian dari budaya, khususnya bagi masyarakat adat dan tradisi di Indonesia seperti Suku Dayak dan masyarakat Melayu. Alasan Berladang Disebut BudayaKearifan Lokal:.Berladang bukan sekadar cara menanam tanaman atau mencari makan, tetapi melibatkan pengetahuan lokal, aturan, dan hukum adat yang diwariskan turun-temurun.

" Ikatan Spiritual dan Alam: Dalam tradisi seperti pada masyarakat Dayak, proses berladang diatur oleh ritual atau kepercayaan yang menjaga keharmonisan manusia dengan alam serta keragaman hayati.Identitas Sosial. Musim berladang membentuk pola hidup gotong royong, dan identitas sosial di pedesaan.

"Seharusnya, beladang itu sudah menjadi turun menurun dari nenek moyang kami dulu jadi jika kami tdk mempunyai ladang kami tdk lagi begawai dan bisa memenuhi kebutuhan kami karena beras adalah makanan pokok bagi kami khusus ny orang orang di kampung, maka dr itu trdasi beladang kami tetap lakukan, dan sumber asap pun bukan hanya dr ladang yg di bakar tapi banyak sumber2 lain, jd mslah perda yg mau di hapus kami sebagai petani sanggat menolak keras kalw perda yg lama harus di ganti dengan perda yg baru, kira2 seperti itu lah. " Tegas neneng.

Bagian dari budaya, khususnya bagi masyarakat adat dan tradisi di Indonesia seperti Suku Dayak dan masyarakat Melayu. Alasan Berladang Disebut Budaya Kearifan Lokal: Berladang bukan sekadar cara menanam tanaman atau mencari makan, tetapi melibatkan pengetahuan lokal, aturan, dan hukum adat yang diwariskan turun-temurun.Ikatan Spiritual dan Alam: Dalam tradisi seperti pada masyarakat Dayak, proses berladang diatur oleh ritual atau kepercayaan yang menjaga keharmonisan manusia dengan alam serta keragaman hayati.Identitas Sosial: Musim berladang membentuk pola hidup, gotong royong, dan identitas sosial di pedesaan." Tutupnya.

Posting Komentar untuk " Petani dari Bengkayang Neneng, M. Sos tolak Wacana Pencabutan Perda Perladangan Berbasis Kearifan Lokal"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan