Reduce bounce ratesindo MBG Dinilai Harus Terintegrasi dengan Konvergensi Stunting, Pospera Pringsewu Minta Evaluasi Berbasis Data - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

MBG Dinilai Harus Terintegrasi dengan Konvergensi Stunting, Pospera Pringsewu Minta Evaluasi Berbasis Data


Pringsewu, indometro .id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu dijalankan secara terintegrasi dengan program konvergensi percepatan penurunan stunting agar manfaatnya dapat diukur secara nyata, khususnya bagi kelompok sasaran prioritas.

Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Pringsewu, Bennur DM, menilai keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga harus dikaitkan dengan dampaknya terhadap penurunan angka stunting di daerah.

Menurutnya, secara konsep MBG merupakan salah satu bentuk intervensi gizi yang mendukung upaya konvergensi stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Program ini semestinya memiliki keterkaitan langsung dengan target percepatan penurunan stunting sehingga pelaksanaannya harus berbasis data dan dapat dievaluasi," kata Bennur.

Ia menjelaskan, dalam implementasinya terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian. Pertama, sinkronisasi data sasaran agar penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga berisiko stunting di wilayah prioritas.

Selain itu, MBG juga diharapkan mampu memperkuat intervensi gizi spesifik melalui penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi harian, termasuk protein hewani yang berperan penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak.

Menurut Bennur, keberhasilan program juga sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pelaksanaan MBG memerlukan sinergi antara Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Satgas Stunting, sekolah, serta kader Posyandu agar distribusi makanan tepat sasaran dan pelaksanaannya dapat dipantau secara berkala.

Di sisi lain, edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang juga dinilai harus berjalan bersamaan dengan pemberian makanan bergizi. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang.

Bennur menambahkan, penggunaan bahan pangan lokal yang melibatkan petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Meski demikian, ia mempertanyakan efektivitas pelaksanaan MBG di lapangan dan mendorong adanya evaluasi berbasis indikator yang terukur.

Ia mengajukan sejumlah pertanyaan yang dinilai penting untuk dijawab oleh penyelenggara program, antara lain:

- Apakah setiap dapur MBG telah memiliki data mengenai jumlah balita stunting di wilayah layanannya?
- Bagaimana perkembangan atau progres penurunan stunting selama satu tahun terakhir setelah program berjalan?
- Apakah menu makanan yang diberikan kepada balita telah disusun sesuai kebutuhan gizi berdasarkan usia dan standar yang ditetapkan oleh tenaga gizi?

Menurut Bennur, jawaban atas pertanyaan tersebut penting sebagai bahan evaluasi untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan kontribusi terhadap percepatan penurunan stunting, bukan sekadar menjalankan distribusi makanan tanpa indikator keberhasilan yang jelas.(*)

Posting Komentar untuk "MBG Dinilai Harus Terintegrasi dengan Konvergensi Stunting, Pospera Pringsewu Minta Evaluasi Berbasis Data"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?