Ruteng, NTT, Indometro.id – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai terus dilakukan. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 250 paket sembako yang merupakan bantuan dari Jemaat Lifehouse Community Jakarta disalurkan kepada warga di empat dusun di Desa Benteng Kuwu, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Meldyanti didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Apoliana Ijuk, Camat Ruteng Sebastianus Jandu bersama istri, Kepala Desa Benteng Kuwu Walterius Handu, pengurus TP PKK, serta perangkat desa.
Mengingat kondisi geografis Desa Benteng Kuwu yang cukup luas, pendistribusian bantuan dilakukan oleh tiga tim. Langkah tersebut ditempuh agar bantuan dapat menjangkau warga dengan lebih cepat dan merata.
Selain menyerahkan sembako, Meldyanti juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi warga pascagempa. Ia berdialog dengan masyarakat sekaligus meninjau sejumlah rumah yang mengalami kerusakan.
Kepada warga, Meldyanti memberikan penguatan agar tetap tabah menghadapi situasi bencana. Warga yang masih bertahan di tenda pengungsian juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa Susulan Perparah Kerusakan Rumah Warga
Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa gempa susulan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) turut memperparah kondisi sejumlah bangunan di Desa Benteng Kuwu.
Sejumlah rumah yang sebelumnya hanya mengalami retakan ringan dilaporkan mengalami kerusakan lebih parah setelah diguncang gempa susulan. Bahkan, beberapa rumah yang pada pemeriksaan awal setelah gempa utama pada Sabtu (15/8/2026) masih dinilai aman, kini mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Meldyanti. Ia meminta Ketua RT, Kepala Dusun, dan Pemerintah Desa Benteng Kuwu melakukan pendataan ulang terhadap seluruh rumah dan warga yang terdampak.
Pendataan ulang dinilai penting untuk memastikan perubahan kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam pendataan pemerintah.
Warga Keluhkan Kebutuhan Terpal dan Tenda
Di tengah kondisi darurat, warga yang masih mengungsi mulai menyampaikan berbagai kebutuhan mereka kepada rombongan TP PKK Kabupaten Manggarai.
Salah satunya disampaikan Mama Monika Muet. Ia berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan bantuan terpal bagi warga yang masih takut kembali menempati rumah mereka.
Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah gempa susulan terus terjadi. Sebagian masyarakat memilih bertahan di tempat pengungsian demi menghindari risiko apabila terjadi guncangan kembali.
Hal serupa disampaikan Theodorus Tanus. Ia mengaku bersama warga lainnya membangun tenda darurat secara mandiri menggunakan terpal seadanya.
Namun, kondisi tersebut tidak cukup nyaman untuk menghadapi cuaca malam di Ruteng yang cukup dingin.
“Di sini embun tembus terpal, Ibu. Kami sangat membutuhkan tenda khusus yang anti-embun karena cuaca di Manggarai ini sangat dingin pada malam hari,” keluh Theodorus.
Sementara itu, Maksimus Jambar menunjukkan sikap terbuka ketika menyampaikan kondisi rumahnya kepada pihak pemerintah. Ia mengatakan rumahnya hanya mengalami keretakan pada bagian lantai.
“Lebih baik jujur, rumah saya sebenarnya hanya mengalami retak di bagian lantai saja,” tuturnya.
Sikap tersebut dinilai penting dalam proses pendataan agar bantuan dapat diberikan berdasarkan kondisi riil masing-masing warga terdampak.
Meldyanti Pastikan Kebutuhan Warga Diperhatikan
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, Meldyanti meminta warga bersabar. Ia mengatakan pemerintah daerah sedang mengupayakan penyediaan terpal dan tenda keluarga yang lebih layak bagi masyarakat yang masih mengungsi.
“Pengadaan tenda keluarga dan terpal sedang kami upayakan. Oleh karena itu, saya datang langsung ke sini untuk melihat realita di lapangan agar penanganannya bisa tepat,” pungkas Meldyanti.
Kehadiran rombongan TP PKK mendapat sambutan hangat dari warga. Sejumlah masyarakat mengaku terharu karena dapat bertemu langsung dengan Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai sekaligus istri Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit.
“Ibu, terima kasih banyak,” ungkap Emilia Nonsi dan Wilhelmina Mbambus dengan penuh rasa syukur.
Suasana haru juga terlihat ketika rombongan mengunjungi kediaman Mama Regina Jaut. Ia tidak mampu menahan air mata ketika mengetahui bahwa bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Meldyanti.
“Biar sedikit ibu, tapi ibu tetap ingat kami. Sehat-sehat, anak,” ujar Regina kepada Meldyanti.
Kunjungi Nakes di Puskesmas Wae Mbeleng
Selain menemui warga, Meldyanti juga menyempatkan diri mengunjungi tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Wae Mbeleng, Desa Benteng Kuwu.
Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan dukungan kepada para Nakes yang tetap menjalankan pelayanan kesehatan di tengah kondisi pascagempa.
Pelayanan pasien saat ini dilakukan di tenda darurat yang telah disiapkan Pemerintah Desa Benteng Kuwu. Langkah tersebut dilakukan karena sejumlah bagian bangunan Puskesmas Wae Mbeleng mengalami keretakan akibat gempa.
Meldyanti meminta para tenaga kesehatan tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar para Nakes lebih berhati-hati ketika berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan pascagempa tidak hanya menyentuh kebutuhan pangan warga, tetapi juga memperhatikan kebutuhan tempat tinggal sementara dan keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. (****)




Posting Komentar untuk "Ketua TP PKK Manggarai, Meldyanti Hagur Salurkan 250 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng"