Ketapang, Kalbar IndoMetro. Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Ketapang bersama Hiswana Migas dan sejumlah perwakilan SPBU berlangsung dinamis. Dalam forum tersebut, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Ketapang dari Fraksi Partai Demokrat, Nursiri, meluapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Ketua Hiswana Migas, Reja, yang menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang selama ini dalam kondisi mencukupi.
Senin,3/8/2026.
Menurut Nursiri, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan fakta yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU masih menjadi pemandangan yang hampir terjadi setiap hari.
"Kalau memang pasokan BBM selalu mencukupi, mengapa masyarakat masih harus mengantre panjang di hampir setiap SPBU? Kondisi ini menunjukkan masih ada persoalan yang harus segera diselesaikan," tegas Nursiri dalam rapat.
Politisi Partai Demokrat itu meminta Hiswana Migas dan pihak terkait tidak hanya berpatokan pada data distribusi, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan agar dapat mengetahui penyebab utama antrean yang terus terjadi.
Ia menilai, masyarakat membutuhkan kepastian atas ketersediaan BBM, bukan sekadar penjelasan bahwa stok dalam keadaan aman. Menurutnya, apabila pasokan benar-benar mencukupi, maka antrean panjang seharusnya tidak terus berulang.
Rapat tersebut digelar sebagai bentuk pengawasan DPRD terhadap persoalan distribusi BBM yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Ketapang. Melalui forum itu, DPRD berharap diperoleh solusi konkret agar distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar, tepat sasaran, serta mampu mengurangi antrean panjang di SPBU.
DPRD juga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga masyarakat memperoleh pelayanan distribusi BBM yang lebih baik dan tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar.
Disamping itu seorang tokoh masyarakat Ketapang yang akrab disapa Bakar mendesak Bupati Ketapang agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Bakar, hampir setiap hari masyarakat harus menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas warga, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga pengemudi angkutan yang bergantung pada ketersediaan BBM.
"Persoalan BBM ini sudah terlalu lama terjadi. Hampir setiap hari masyarakat harus mengantre berjam-jam. Kami berharap Bupati segera turun tangan dan mencari solusi bersama pihak terkait agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut," ujar Bakar.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak Pertamina, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Bakar berharap pemerintah segera menghadirkan langkah nyata agar masyarakat tidak lagi dibebani antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, ketersediaan BBM yang stabil merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Repoter:Irfan


Posting Komentar untuk "Imbas Ucapan Hiswana Migas Stok BBM ada Buat DPRD Meradang warga ikut bersuara"