Kepala Desa Kesuma Jaya, Nurhadi Muslim, melalui Kepala Urusan Keuangan, Wakhid Mukti Mufit Adnan, S.Kom, mengajak masyarakat Desa Kesuma Jaya untuk bergotong royong melakukan perbaikan gorong-gorong dan akses jalan yang menjadi jalur vital bagi masyarakat sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang.
Jalan tersebut selama ini menjadi akses masyarakat Desa Limpang, Desa Pangkalan Suka, Desa Karang Dangin, Desa Riam Danau Kanan, Desa Tebing Berseri, Desa Air Dua dan sejumlah wilayah sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berbelanja, bekerja, hingga mengantarkan anak-anak mereka bersekolah.
Senin.10/7/2026.
Kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah membuat masyarakat harus mencari solusi secara swadaya. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong justru tumbuh dari kepedulian warga yang merasa akses jalan tersebut merupakan kebutuhan bersama.
Sebagai koordinator lapangan, Pak Utih Herman dan Jack, bersama masyarakat lainnya, turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bahu-membahu memperbaiki gorong-gorong serta badan jalan yang rusak.
Akses ini dinilai sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama bagi masyarakat beberapa desa sekitar, termasuk anak-anak yang bersekolah di kawasan Riam Danau. Sejumlah sekolah negeri yang menjadi tujuan para pelajar di antaranya SMP Negeri 2 Jelai Hulu, SMK Negeri 1 Jelai Hulu, SDN 06 Jelai Hulu dan SDN 07 Jelai Hulu.
Jalan tersebut juga menjadi akses bagi anak-anak karyawan perusahaan perkebunan yang beraktivitas dan menempuh pendidikan di kawasan tersebut.
Kegiatan tanggap darurat dan kerja bakti masyarakat dimulai pada Minggu, 9 Agustus 2026, dan ditargetkan berlangsung selama kurang lebih tiga hari.
Gotong Royong Berangkat dari Hati Nurani
Di tengah kondisi jalan yang membutuhkan penanganan, masyarakat akhirnya memilih untuk tidak hanya menunggu. Dengan kemampuan yang ada, warga bergerak secara mandiri melalui semangat gotong royong.
Kondisi ini sekaligus menimbulkan sorotan. Sebab, akses jalan tersebut bukan hanya digunakan oleh warga satu desa, melainkan menjadi jalur penghubung dan aktivitas masyarakat dari beberapa desa.
Sejumlah warga menilai, perhatian dan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap kondisi akses tersebut belum terlihat secara nyata. Masyarakat seakan harus mencari jalan keluar sendiri ketika fasilitas dasar yang mereka gunakan sehari-hari mengalami kerusakan.
Namun demikian, semangat masyarakat tidak surut. Dengan berbekal kepedulian dan dorongan hati nurani, warga tetap bergotong royong demi memastikan akses tersebut dapat kembali dilalui dengan lebih aman.
Menariknya, gerakan masyarakat tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak perusahaan.
Uti Mas'ud, selaku pimpinan PT FAPE, merespons keluhan masyarakat yang disampaikan oleh M. Habibi, Pengurus Koperasi Karya Maju Bersama.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan akses jalan yang mengalami kerusakan, pihak perusahaan kemudian memfasilitasi kegiatan tersebut dengan mengirimkan alat berat excavator dan dump truck untuk membantu proses penimbunan badan jalan serta perbaikan gorong-gorong.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bergerak bersama dan menyampaikan persoalan secara langsung, masih ada pihak yang bersedia memberikan perhatian dan dukungan.
Meski demikian, masyarakat tentu berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada penanganan darurat. Pemerintah daerah diharapkan dapat melihat kondisi jalan tersebut sebagai persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, mengingat manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dari sejumlah desa sekaligus menjadi akses penting bagi para pelajar.
Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Gotong royong merupakan kekuatan masyarakat. Namun, semangat gotong royong seharusnya tidak dimaknai bahwa masyarakat harus menanggung sendiri seluruh persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan publik.
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses jalan yang layak, aman dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kehidupan sosial.
Kehadiran masyarakat dalam memperbaiki jalan patut diapresiasi. Begitu pula kepedulian PT FAPE yang turut memfasilitasi alat berat untuk membantu proses perbaikan.
Namun, kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak seharusnya dibiarkan berjuang sendirian ketika berhadapan dengan persoalan infrastruktur dasar.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kesuma Jaya, Agus, turut mengimbau masyarakat agar selama proses perbaikan berlangsung, para pengendara sementara menggunakan jalan alternatif di samping gedung SMK Negeri 1 Riam Danau.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selama proses perbaikan jalan dan gorong-gorong, pengendara dapat melewati jalan alternatif di samping gedung SMK Negeri 1 Riam Danau. Hal ini untuk memudahkan dan memperlancar proses pekerjaan. Kami upayakan semampunya agar masyarakat tetap mudah berlalu lalang melalui jalan tersebut," ungkap Agus.
Semangat warga Kesuma Jaya dan dukungan pihak perusahaan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kepentingan masyarakat masih dapat tumbuh dari berbagai pihak.
Kini, harapan masyarakat adalah agar Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak hanya melihat dari jauh, tetapi hadir secara nyata untuk memastikan akses jalan tersebut mendapatkan penanganan yang layak dan berkelanjutan.
Sebab, jalan bukan sekadar hamparan tanah dan aspal. Di atas jalan itulah anak-anak berangkat ke sekolah, masyarakat mencari nafkah, hasil perkebunan diangkut, dan roda kehidupan antarwilayah terus bergerak.
Reporter: Irfan
Kaperwil-Kalbar: Sadran


Posting Komentar untuk "Gotong Royong Warga Kesuma Jaya Perbaiki Akses Vital, Pemkab Ketapang Dinilai Belum Menunjukkan Perhatian"