Reduce bounce ratesindo Diduga Dikoordinasikan Melalui Grup WhatsApp, Pembelian LKS di SDN Kutoanyar Jadi Sorotan - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Diduga Dikoordinasikan Melalui Grup WhatsApp, Pembelian LKS di SDN Kutoanyar Jadi Sorotan

 

Tulungagung-Indometro.id- Sejumlah wali murid kelas 5 SD Negeri Kutoanyar mempertanyakan mekanisme pembelian buku LKS yang disebut dibebankan kepada orang tua siswa melalui koordinasi grup WhatsApp wali murid.

Berdasarkan informasi yang disampaikan sejumlah wali murid, sebelum memasuki awal semester 1, orang tua siswa diarahkan untuk membeli buku CT/Cerdas dan LKS. Biaya yang disampaikan untuk buku Cerdas sebesar Rp75.000, sedangkan tiga buku LKS sebesar Rp39.000. Selain itu, muncul kembali permintaan pembelian LKS tambahan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).


Wali murid menyebut pembelian buku tersebut dibebankan langsung kepada orang tua siswa. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan pengadaan bahan pembelajaran di sekolah, mengingat pemerintah telah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung kebutuhan operasional pendidikan.


Dana BOS pada prinsipnya digunakan untuk menunjang kegiatan operasional sekolah, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan proses pembelajaran sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis yang berlaku. Pengelolaan dana tersebut juga diwajibkan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Saat dikonfirmasi mengenai fungsi dana BOS, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tulungagung, Tholib, sempat meminta penjelasan balik terkait arti BOS. Ia kemudian menyampaikan pertanyaan mengenai apakah dana operasional sekolah hanya diperuntukkan untuk pembelian buku?Padahal sudah Jelas Dana BOS, diwajibkan Pemerintah Pembelian Buku Pembelajaran Sekolah. 

Menanggapi hal tersebut, awak media kembali menanyakan mengenai aturan pengadaan buku oleh sekolah dan kemungkinan adanya koordinasi penjualan buku kepada wali murid. Tholib menegaskan bahwa pihak sekolah tidak diperbolehkan mengoordinasikan penjualan buku kepada orang tua siswa.

Para wali murid berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan mengenai dasar pembebanan pembelian LKS kepada orang tua siswa, termasuk bagaimana perencanaan penggunaan dana BOS dalam mendukung kebutuhan pembelajaran.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Kabid Dinas Pendidikan, Bapak Teguh, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi resmi yang diterima.

Wali murid berharap Dinas Pendidikan dapat memberikan penjelasan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan di lingkungan SD Negeri Kutoanyar.

Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan masih memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan ini.

(AG, Ber..

Posting Komentar untuk "Diduga Dikoordinasikan Melalui Grup WhatsApp, Pembelian LKS di SDN Kutoanyar Jadi Sorotan"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?