Subang,indometro.id – Kondisi pendidikan di pelosok Kabupaten Subang kian memprihatinkan akibat minimnya sarana prasarana dan pembiaran infrastruktur yang rusak parah. Salah satu potret nyata terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjungrasa, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.
Hingga saat ini, sekolah tersebut belum tersentuh bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan hebat pada ruang kelas yang mengganggu jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kerusakan mencakup dinding yang retak, plafon lapuk, hingga kusen jendela yang membusuk dan kehilangan kacanya. Akibat jendela yang bolong tanpa kusen tersebut, aktivitas murid di dalam kelas bahkan dapat terlihat jelas secara kasat mata dari luar.
Kondisi ini menjadi ancaman keselamatan yang nyata bagi para siswa, terutama saat musim hujan tiba. Atap dan plafon yang lapuk memicu kebocoran parah dan rawan ambruk. Situasi darurat ini memaksa para murid mengungsi dan menggabungkan proses belajar ke ruang kelas lain yang dianggap masih layak. Tidak hanya infrastruktur bangunan, fasilitas penunjang seperti meja dan kursi belajar siswa pun terpantau rusak dan sudah tidak layak pakai.
Komite Sekolah SDN Tanjungrasa, Abdulah, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan ini telah berlangsung selama enam tahun. Pihak sekolah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan, namun selalu berujung tanpa hasil.
"Sudah kita ajukan permohonan rehab ke Disdikbud Subang, namun sampai saat ini belum ada respon dan realisasinya. Sekolah malah semakin rusak dan tak layak digunakan untuk KBM karena kondisinya sudah rapuh, baik dari plafon, atap, hingga jendela sudah keropos bahkan tak ada kacanya," ungkap Abdulah pada Rabu (2/7/2026).
Abdulah menambahkan, saat musim hujan, air masuk dari atap yang bocor serta dinding dan jendela yang rusak parah. Sarana belajar seperti kursi dan meja pun semakin hancur karena termakan usia.
“Kami berharap pihak Pemerintah Kabupaten Subang agar segera merealisasikan perbaikan sekolah ini, demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar di sekolah," tegas Abdulah.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang maupun otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan realisasi bantuan rehabilitasi untuk SDN Tanjungrasa ini. Para orang tua murid dan pihak sekolah mendesak Pemkab Subang segera mengambil tindakan nyata sebelum terjadi korb jiwa akibat ambruknya fasilitas sekolah.
Udin



Posting Komentar untuk "6 Tahun Terbengkalai, SDN Tanjungrasa Subang Rusak Parah dan Belum Tersentuh Bantuan"