TANJUNGBALAI | Indometro.id –
Kondisi Jembatan Tabayang yang menghubungkan Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan menuai sorotan tajam. Warga mengeluhkan kemacetan parah, minim penerangan, hingga rawan kriminalitas, Selasa (9/6/2026).
Jembatan vital itu kini dipenuhi pedagang kaki lima dan kendaraan parkir sembarangan. Roda dua dan roda empat bebas berhenti di badan jembatan tanpa pengawasan.
“Jembatan Tabayang sangat luar biasa. Bebasnya para pedagang dan parkir sembarangan roda dua dan roda empat di jembatan tersebut sehingga membuat kemacetan lalu lintas,” ujar M. Arsad Nasution.
Arus kendaraan berat juga jadi keluhan. “Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan tidak peduli terhadap kondisi jembatan. Banyaknya roda 10, 30 graston melintas setiap hari,” katanya.
Minimnya penerangan membuat situasi makin buruk. “Di mana jembatan tersebut tidak ada lampu penerangan di malam hari. Kondisinya gelap gulita sehingga bebasnya transaksi narkoba dan begal di jembatan tersebut,” ungkap Arsad.
Ia meminta aparat segera turun tangan. “Kami meminta kepada aparat yang berwenang agar memperhatikan Jembatan Tabayang,” tegasnya.
Pedagang kaki lima memadati sepanjang jembatan. “Di jembatan tersebut bebas para pedagang kaki lima sepanjang jembatan,” tambah Arsad.
Akibat gelap, fasilitas jembatan pun hilang dicuri. “Akibat tidak ada lampu penerangan, besi pengaman di jembatan hilang ditekan pencuri,” tutupnya.
Jembatan Tabayang merupakan akses utama distribusi barang. Kerusakan dan kemacetan di titik ini berdampak langsung kepada Masyarakat pengguna Jembatan yang menghubungkan Tanjungbalai dan Asahan.
Warga mendesak Walikota Tanjungbalai dan Bupati Asahan segera berkoordinasi. Penertiban PKL, pemasangan lampu penerangan, dan pengetatan kendaraan ODOL diminta jadi prioritas.
Tanpa tindakan cepat, jembatan yang seharusnya jadi penghubung justru jadi sumber masalah. Keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan kini dipertaruhkan setiap hari. (Kabiro)




Posting Komentar untuk "Jembatan Tabayang Gelap & Macet, Pedagang Kuasai Badan Jalan, Warga Desak Walikota & Bupati Asahan Bertindak"