Reduce bounce ratesindo Kebocoran Oli Bekas Jenis Limbah Berbahaya (B3) PT BJB Diduga Mengakibatkan Tercemarnya Air Saluran Irigasi Hingga Dam Amsterdam, Pengairan Kota Probolinggo - Indometro Media

Kebocoran Oli Bekas Jenis Limbah Berbahaya (B3) PT BJB Diduga Mengakibatkan Tercemarnya Air Saluran Irigasi Hingga Dam Amsterdam, Pengairan Kota Probolinggo

 


Probolinggo, indometro.id

Tercemarnya air saluran drainase dan irigasi hingga lokasi yang diusulkan untuk wisata edukasi juga digunakan kolam pancing oleh warga diduga disebabkan oli bekas limbah b3 kategori 2 bahan baku industri sabtu (11-04-2026). 


Peninjauan lokasi saluran irigasi Dam Amsterdam jl. KH. Rizal, kota Probolinggo oleh indometro.id rabu (15-04-2026) atas laporan masyarakat,  terlihat cairan gumpalan menyerupai minyak berwarna hitam yang terlihat berada di atas air dan beberapa ikan dari kolam pancing yang mengapung dengan kondisi terbalik tidak bergerak. Di waktu yang sama sekitar 5 orang dari PT BJB dengan mobil pikup mengangkut tandon diatas mobil dilengkapi alat penyemprot dan cairan dalam jirigen dengan tulisan OSD (oli spill dispersant) (pena osd-05). 


Informasi yang dihimpun langsung di lokasi oleh darwin manager PT BJB  menyampaikan kegiatan tersebut untuk penyedotan dan pemisahan oli yang disebabkan kebocoran bahan baku industri pembuatan solar High Speed Diesel (HSD) yang terbawa aliran saluran irigasi dengan memberikan semprotan cairan OSD yang digunakan untuk memecah minyak. 


Penyampaian pemegang kunci pintu aliran Dam Amsterdam benar bahwa kejadian tumpukan oli terjadi sejak (11/04), beberapa karung sak yang dikumpulkan masyarakat berisi ikan dan karyawan pabrik mengumpulkan sampah yang terbawa aliran ke Dam beserta ikan yang terlihat mati. 


Konfirmasi indometro.id melalui whatsapp Retno wandansari kepala dinas lingkungan hidup kota Probolinggo menyampaikan bahwa benar kami telah mendapatkan pengaduan dari masyarakat pada tanggal (11/04) adanya material oli yang merupakan bahan baku utama produksi berasal dari industri pengolahan solar PT BJB dan telah ditindak lanjuti senin (13/04). 



Dikonfirmasi kepada Yuwie santoso direktur PT BJB (15/04) bahwa benar kebocoran oli diperkirakan 8000 liter tersebut berasal dari sistem pengolahan saat proses pemindahan ke tangki penampung oli bekas dan kejadian tersebut baru disadari pagi hari (11/04) . Besaran kerugian perusahaan atas kejadian ini berupa bahan baku produksi diperkirakan mencapai Rp 50.000.000,-.


Kronologi yang disampaikan oleh Darwin bersama Minkiet senin (20-04-2026) dilokasi industri PT BJB  kejadian kebocoran tersebut dikarenakan tidak diketahui pecahnya pipa sambungan saluran aliran oli dari tangki pengangkutan menuju pipa tangki penampung dengan kapasitas 1.200.000 liter yang kira-kira berlangsung selama 3 sampai 4 jam, kebocoran tersebut hingga mengalir ke saluran drainase pemukiman dan saluran irigasi kelurahan sumber taman, kec wonoasih, kota probolinggo dikarenakan tutup pengaman bak kontrol drainase hujan pengolahan oli tidak tertutup rapat pada bunwall (penahan tumpahan oli) sebagai sistem pengaman tumpahan dan kebocoran oli. Akan tetapi setelah kejadian kemarin kami telah memberikan keran pengaman pada pipa saluran oli menuju katalis yang menjadi penyebab kebocoran. 


Setelah diketahui adanya kebocoran tersebut Darwin memberitahukan kepada pihak DLH melalui telepon dan WA serta inisiatif mengupayakan untuk menghalau aliran oli di saluran irigasi sampai perumahan sumber taman indah dengan mengarahkan karyawan sebanyak 15 orang dengan tujuan pencemaran tidak meluas. Langkah yang dilakukan memasang penghalang oli dari triplek dengan memberikan informasi berkelanjutan kepada pihak DLH Probolinggo , ujarnya. 


Hingga Selasa (21-04-2026), kegiatan pemisahan oli dan pembersihan oli yang melekat pada enceng gondok yang tercemar oli dilakukan karyawan pabrik PT BJB masih berlangsung dan informasi di dapat dari masyarakat residu oli masih terlihat di Dam Amsterdam. 


Berdasarkan berbagai jurnal penelitian dan laporan lingkungan, oli bekas yang mencemari air sungai sangat susah dihilangkan dan penanganannya membutuhkan usaha yang rumit serta waktu yang lama. 


Pencemaran oli pada sungai tidak bisa hilang dengan cepat secara alami, serta berdampak tidak langsung terhadap manusia dan lingkungan hidup jika dibiarkan. Bersambung ... (Henry)

Posting Komentar untuk "Kebocoran Oli Bekas Jenis Limbah Berbahaya (B3) PT BJB Diduga Mengakibatkan Tercemarnya Air Saluran Irigasi Hingga Dam Amsterdam, Pengairan Kota Probolinggo"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?