Banjir Kembali Terjang Desa Pangkalaseang, Warga Soroti Kerusakan Hutan di Wilayah Hulu
indometro.id |PANGKALASEANG – Banjir kembali melanda Desa Pangkalaseang pada Selasa dini hari, 07 April 2026. Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat setempat terhadap kondisi lingkungan, khususnya di wilayah pegunungan yang menjadi daerah hulu aliran air.
Berdasarkan laporan warga, banjir terjadi meskipun kondisi cuaca di wilayah desa terpantau panas. Namun demikian, genangan air tetap datang ketika di kawasan pegunungan terlihat mendung. Fenomena ini dinilai tidak biasa dan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kondisi alam di wilayah tersebut.
Salah satu warga, Aprida Bunak, mengungkapkan bahwa kejadian banjir kini semakin sulit diprediksi. “Walaupun di kampung panas, kalau di gunung sudah mendung pasti tidak lama kemudian air turun dan banjir,” ujarnya.
Aprida Bunak juga menilai kondisi ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menduga adanya perubahan pada tutupan hutan di wilayah pegunungan yang berdampak langsung terhadap meningkatnya debit air yang turun ke permukiman warga.
Sejumlah warga lainnya turut menyampaikan kekhawatiran bahwa berkurangnya pepohonan di daerah hulu telah mengurangi daya serap tanah terhadap air hujan. Akibatnya, meski hujan dengan intensitas ringan, aliran air tetap melimpah ke desa dan menyebabkan banjir.
Selain itu, warga juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, potensi banjir yang lebih besar bisa terjadi di masa mendatang, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Warga juga sangat mengharapkan himbauan pemerintah setempat agar dilakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, guna mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari.



Posting Komentar untuk "Banjir Kembali Terjang Desa Pangkalaseang, Warga Soroti Kerusakan Hutan di Wilayah Hulu"