Reduce bounce ratesindo Kepala Sekolah dan Guru Bertanggung Jawab Jika Pendidikan di Aceh Gagal - Indometro Media

Kepala Sekolah dan Guru Bertanggung Jawab Jika Pendidikan di Aceh Gagal


Aceh Utara. Indometro. Id -
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Murthalamuddin, S. Pd., MSP menyampaikan bahwa Kegagalan pendidikan di Aceh adalah tanggung jawab bersama, terutama bagi para guru yang gagal memberikan apa yang diperintahkan profesi dan kepala sekolah yang tidak mengelola sekolah berorientasi pada produk terbaik.

Hal ini disampaikan Kadisdik Aceh di acara safari Ramadhan 1447 H di Aula Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara sabtu (7/3/2026) satu jam menjelang berbuka puasa, yang dihadiri semua kepala sekolah SMA SMK  SLB, pengawas, dan seluruh keluarga besar Cabdin.

"Ada tiga hal penting dalam profesi guru adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa. Jika ketiga hal tersebut tidak tercapai, guru dianggap mengkhianati profesi, peserta didik, negara, dan orang tua siswa," ucap Murthala.

Pak Kadih juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai pembentuk peradaban dan menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap rendahnya daya saing siswa Aceh dalam masuk perguruan tinggi favorit, serta mengajak semua pihak untuk introspeksi diri dan bekerja sama demi kemajuan pendidikan di Aceh.

Selanjutnya Kadisdik Aceh menyampaikan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk membangun  Peradaban. Pendidikan adalah alat utama untuk membentuk peradaban yang baik dan menghasilkan kebaikan dalam masyarakat.

"Guru harus terus meningkatkan pendidikan dan keterampilan mengajar agar lebih baik dan relevan. Diperlukan supervisi diri bagi kepala sekolah untuk mengevaluasi kinerja dan hasil belajar siswa," ucap orang nomor satu di Disdik Aceh

Murthala mengungkapkan bahwa terhadap hasil ujian siswa Aceh yang tidak memuaskan menunjukkan salah satu  indikator  kegagalan dalam pendidikan, selain rendahnya jumlah siswa Aceh yang diterima di fakultas dengan jurusan favorit. Kurangnya kompetensi siswa Aceh disebabkan oleh pendidikan yang tidak dipersiapkan agar siswa dapat memenuhi syarat daya saing. 

Diakhir tausiahnya Kadisdik Aceh mengungkapkan tekadnya untuk melakukan reorganisasi demi peningkatan mutu pendidikan di Aceh. tidak ada perdebatan dan persaudaraan dalam urusan profesionalisme. 

"Sekolah harus menjadi ruang nyaman bagi semua orang, dengan kepala sekolah sebagai orang tua bagi guru dan siswa. Indikator prestasi pendidikan akan terlihat pada tahun depan, dengan fokus pada tiga aspek penting bagi peserta didik," tutup Muthalamuddin.


Posting Komentar untuk "Kepala Sekolah dan Guru Bertanggung Jawab Jika Pendidikan di Aceh Gagal"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?