Reduce bounce ratesindo Diduga Program Ketahanan Pangan Desa Temeran Terjadi Penyimpangan - Indometro Media

Diduga Program Ketahanan Pangan Desa Temeran Terjadi Penyimpangan

Bengkalis, Indometro.id - Penggunaan Dana Desa tahun 2025 Untuk program ketahanan pangan Wajib minimal 20 persen di pertanyakan warga karna dalam pelaksananya tidak ada kejelasan sampai sekarang, Program ini dikelola oleh BUMDES Murni Alami Desa Temeran Kecamatan Bengkalis kabupaten Bengkalis.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Abdullah merasa kecewa atas kinerja BUMDES Murni Alami di Desanya dalam mengelola Program ketahanan pangan yang dinilai tidak ada kejelasan hal itu disampaikan kepada rekan media saat berbincang disalah satu tempat di kota Bengkalis.

" Untuk ditahun 2025 program ketahanan pangan didesa kami itu ada beberapa kegiatan seperti  pemeliharaan Ayam Potong, Ternak ikan Lele  dan juga penanaman jagung," jelas Abdullah, Selasa, 20/01/2026.

Dari tiga kegiatan yang baru nampak hasilnya ternak ikan Lele itu pun hasilnya tidak maksimal dikarenakan hasil panen tidak sesuai dan ikan nya kecil-kecil akibat kurang diberikan pakan.

Lanjut Abdullah, Kalau untuk pemeliharaan ayam potong itu baru kandang nya aj ada belum di ada bibit ayamnya, sementara penanaman jagung baru dilakukan  pengemburan tanah /lahan, untuk pemasangan pagar dan penanaman benih belum adadari 2025 sampai tahun ini," jelasnya 

Dengan tidak selesainya beberapa kegiatan program ketahanan pangan ini menjadi pertanyaan kemana anggaran program ketahanan pangan didesa kami.

"Kami menduga jika pihak BUMDES menyalahgunakan angaran tersebut karena katanya dana yang di gelontorkan ke BUMDES itu ratusan juta, Tidak mungkin yang jadi cuma itu aja dan sisa kegiatan tidak selesai dari 2025 hingga 2026," ungkapnya.

"Kami minta camat Bengkalis, dinas PMD Bengkalis atau Aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan dilapangan program ketahanan pangan didesa kami jika terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran oleh pihak BUMDES diminta ditindak sesuai proses hukum," ujarnya.

Atas keluhan yang disampaikan oleh ketua Poktan Desa Temeran tim media mencoba mengkonfirmasi ketua BUMDES Murni Alami melalui Via Telpon Whsap di nomor +62 853-xxxx-xx02

Albi selaku ketua BUMDES Murni Alami menjelaskan jika anggaran ketahanan pangan itu dari dana desa tahun 2025 yang di kucurkan ke BUMDES untuk kegiatan ketahanan pangan yang langsung di kelola oleh lansung BUMDES tidak melalui Poktan lagi 

Ketua BUMDES Albi, juga menjelaskan anggaran itu sebanyak dua ratus juta lebih untuk kegiatan ketahanan pangan, kegiatan yang di lakukan pemeliharaan ayam potong, pemeliharaan ikan lele dan penanaman jagung, akan tetapi untuk ayam beru selesai kandang nya dan bibit ayamnya akan di masukan sebelum puasa atau masuk bulan puasa dan target masa panen jelang lebaran," jelasnya, Rabu, 21/01/2026

"Untuk penanaman jagung nya menunggu di pasang pagarnya yang rencana mengunakan jaring baru baru di lakukan penanaman bibit jagungnya untuk sampai siap panen anggaran yang di siapkan, untuk ikan lele sudah panen tapi memang hasil kurang memuaskan karena maklum, Dipemeliharaan tidak mesti hidup semua banyak juga yang mati jadi ya hasil nya segitu," kata Albi 

Tidak sampai disitu bertepatan pada tanggal Rabu 11/03/2026 tim media melakukan penelusuran atas keterangan yang disampaikan oleh ketua BUMDES pada awal tahun 2026. Tapi dilokasi peternakan hanya ditemukan kandang kosong Tampa ada pakan dan bibit ayam di kegiatan penanaman jagung hanya gemburan tanah Tampa ada pagar seperti yang disampaikan ketua Poktan saat menjelaskan kepada tim media dilokasi juga juga terlihat kolam ternak ikan lele yang sudah di bongkar.

Atas kejangjalan di lokasi kegiatan program ketahanan pangan tim media mengkonfirmasi kembali ke ketua BUMDES Albi mengatakan bahwa ada nanti dikirim dokumentasinya tapi sangat disayangkan ketua BUMDES tidak bisa membuktikan ucapan hingga berita ini di terbitkan.**(Tim)

Posting Komentar untuk "Diduga Program Ketahanan Pangan Desa Temeran Terjadi Penyimpangan"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?