Reduce bounce ratesindo Waspada PMK, Pemerintah Distribusikan Vaksin ke-29 Provinsi dan Perketat Biosekuriti di Jawa Barat - Indometro Media

Waspada PMK, Pemerintah Distribusikan Vaksin ke-29 Provinsi dan Perketat Biosekuriti di Jawa Barat

SUBANG, INDOMETRO.ID, Pemerintah kembali menyalurkan vaksin PMK ke 29 provinsi di Indonesia, dengan 9 provinsi di antaranya ditetapkan sebagai zona pemberantasan. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Keseharan Hewan Kementerian Pertanian, kegiatan Akselerasi Vaksinasi PMK dilaksanakan pada Kamis, (5/2/ 2026), di UPTD Peternakan Hewan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat perlindungan ternak, khususnya di wilayah dengan risiko penularan yang masih ada. 

Program vaksinasi dilakukan secara serentak dalam dua periode nasional, yaitu Januari hingga Maret dan Juli hingga September 2026 dengan target distribusi mencapai 4 juta dosis. Sebanyak 80% untuk zona pemberantasan, 15% untuk zona pengendalian, serta 5% sebagai stok cadangan untuk merespons cepat saat muncul kasus baru di daerah. 

Sejak awal Januari hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat. Untuk Provinsi Jawa Barat, Kementan mengalokasikan sebanyak 151.000 dosis vaksin PMK sepanjang tahun 2026 dengan alokasi sekitar 52.000 dosis di setiap periode utama. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah prioritas karena kepadatan populasi ternaknya yang cukup tinggi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Hendra Wibawa menjelaskan mekanisme dan tahapan distribusi vaksin PMK yang dilaksanakan di wilayah Jawa Barat.

 "Pada Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin PMK, sedangkan keseluruhan sisanya didistribusikan pada pengiriman berikutnya. Selanjutnya, alokasi vaksin untuk Kab/Kota di Jawa Barat dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat," ujar Hendra Wibawa dalam kegiatan tersebut.

la juga menjelaskan bahwa setiap upaya vaksinasi harus selalu dibarengi dengan penerapan biosekuriti. Biosekuriti berfungsi mencegah masuk dan menyebarnya virus melalui manusia, alat, kendaraan, maupun lalu lintas ternak.

 "Vaksinasi dan biosekuriti adalah satu kesatuan untuk memutus penularan PMK. Sehingga Upaya ini harus disertai penerapan biosekuriti yang konsisten," jelas Agung.

Bupati Subang Reynaldi Putra Andita yang diwakili oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang H. Asep Nuroni menyampaiakan terimakasihnya kepada Dirjen Peternakan Hewan yang telah melaksanakan kegiatan Akselerasi Vaksinasi PMK di Kabupaten Subang

"Kegiatan ini, tentunya untuk memotivasi kami dan memotivasi  Peternak serta memotivasi Dinas Peternakan Kabupaten Subang secara teknis.Sehingga, diharapkan  Kabupaten Subang bebas dari PMK," Ujarnya 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat Linda Al-Amin, ST,.M.T menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian serta para peternak yang aktif berpartisipasi dalam vaksinasi PMK. la menegaskan pentingnya sikap kooperatif dalam menghadapi PMK. Menurutnya, pengendalian PMK perlu dilakukan oleh seluruh instrumen yang memiliki kepentingan.

"Pengendalian harus dilakukan bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan para peternak. Kalau kita kompak, saya yakin Jawa Barat bisa menekan kasus PMK dan melindungi ternak kita. Ke depan, Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung percepatan vaksinasi dan penguatan biosekuriti di lapangan," pungkas Linda mewakili KDM. 

Melalui vaksinasi ini, pemerintah berharap penyebaran PMK dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan dan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, petugas lapangan, dan peternak menjadi kunci agar pengendalian PMK berjalan efektif dan berkelanjutan.

UDIN

Posting Komentar untuk "Waspada PMK, Pemerintah Distribusikan Vaksin ke-29 Provinsi dan Perketat Biosekuriti di Jawa Barat"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?