Kuala Simpang. Indometro. Id - Tim Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Peduli Bencana Aceh–Sumatra menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Kawasan tersebut adalah Desa Rantau Bintang Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang, kawasan ini merupakan salah satu desa terpencil dengan akses terbatas, Kamis (29/1/2026).
Kasi Mitigasi Bencana dan K3 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) UNESA, Aghus Sifaq kepada media ini, Kamis (5/1/2026) mengatakan, bantuan yang disalurkan mencakup obat-obatan, kebutuhan pokok masyarakat, serta perlengkapan ibadah seperti mukena dan Al-Qur’an.
Kemudian katanya, selain memenuhi kebutuhan dasar, UNESA juga memberikan dukungan pada keberlangsungan pendidikan anak-anak dengan menyalurkan buku dan media pembelajaran.
Aghus menjelaskan, buku dan media tersebut disusun berdasarkan kurikulum penanggulangan bencana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mencakup penguatan literasi dan numerasi, edukasi kesehatan, dukungan psikososial, hingga pemahaman mitigasi bencana.
"Bantuan buku dan media pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa yang kini belajar di sekolah darurat tetap memperoleh hak pendidikan di tengah keterbatasan," ujar Aghus.
Menurutnya, pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Lebih lanjut Aghus menuturkan, di Desa Gampong Tupah, Banai, dan Desa Bukit Rata Kecamatan Bandar PUusaka, UNESA menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampakbanjir.
Dikatakannya, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang kehilangan atau terganggu mata pencahariannya akibat banjir.
Aghus menambahkan, melalui penyaluran bantuan ini, UESA berharap dapat turut meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menguatkan semangat bangkit bersama.
"Apalagi di tengah keterbatasan, kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar wilayah terdampak banjir di Aceh dan Sumatra dapat segera pulih dan menata kembali kehidupan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rantau Bintang, Asril menyampaikan, bahwa masyarakat saat ini mulai berbenah, terutama dalam memperbaiki tempat tinggal yang rusak akibat banjir.
Meski demikian ungkapnya, warga masih menghadapi kesulitan besar dalam hal mata pencaharian karena sebagian besar perkebunan yang menjadi sumber ekonomi utama ikut terdampak dan belum dapat diolah kembali.
Ia berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih dengan menjangkau desa-desa terpencil yang aksesnya sangat terbatas, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih merata.(*)




Posting Komentar untuk "Jangkau Wilayah Terpencil, UNESA Salurkan Bantuan dan Dukungan Pendidikan di Aceh Tamiang "