Reduce bounce ratesindo Waduh!! Subang Terancam Krisis Pangan 1.843 Hektare Pesawahan di Pantura Dilanda Kekeringan - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Waduh!! Subang Terancam Krisis Pangan 1.843 Hektare Pesawahan di Pantura Dilanda Kekeringan

SUBANG, INDOMETRO.ID - Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kekeringan di Wilayah Pantura Kabupaten Subang yang digelar di Aula Kecamatan Pusakanagara, Selasa (12/08).

Kekeringan yang melanda wilayah Pantura telah berdampak pada 1.843 hektare areal persawahan dan mengancam keberlangsungan produksi pangan serta kesejahteraan petani, khususnya di Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Pamanukan, Compreng dan Legonkulon.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Rahmat Efendi, dalam laporannya menyebutkan beberapa penyebab permasalahan kekeringan, antara lain pendangkalan saluran air sekunder dan perlunya penyempurnaan Siphon Jatireja.

“Penyebabnya antara lain pendangkalan beberapa saluran air sekunder, serta Siphon Jatireja yang perlu penyempurnaan kembali, sehingga pasokan air untuk pertanian di wilayah hilir menjadi terbatas,” jelas Rahmat Efendi.

Sementara itu, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan permintaan percepatan penanganan kepada instansi terkait.

“Kami sangat memohon kepada Kepala BBWS Citarum agar segera dilakukan normalisasi pada saluran sekunder yang menjadi titik hambatan air. Permasalahan ini salah satunya disebabkan oleh pendangkalan di saluran sekunder yang mengakibatkan aliran air ke persawahan terhambat,” tegas Kang Rey.

Kang Rey juga mengingatkan bahwa Kabupaten Subang memegang peran vital dalam ketahanan pangan nasional.

“Kabupaten Subang merupakan lumbung padi nasional. Banyak daerah yang menggantungkan pasokan pangan pada Kabupaten Subang,” ujarnya.

Kepada PJT II, Kang Rey meminta penjadwalan ulang masa tanam agar permasalahan kekurangan air tidak berulang.

“Saya mohon kepada PJT II untuk menjadwalkan kembali masa tanam di wilayah persawahan, sehingga kekurangan air pada masa panen tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Kang Rey.

Lebih lanjut, Kang Rey menekankan pentingnya menggabungkan perbaikan infrastruktur dengan manajemen tanam yang tepat.

“Bagaimanapun, ketika sungainya sudah dinormalisasi dan sistem sudah diperbaiki, jika musim tanamnya tidak disesuaikan maka permasalahan ini akan terulang. Jangan sampai ada kecamatan yang dikorbankan. Maka lakukanlah jadwal tanam yang baik,” pungkasnya.

Udin

Posting Komentar untuk "Waduh!! Subang Terancam Krisis Pangan 1.843 Hektare Pesawahan di Pantura Dilanda Kekeringan "

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan