Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pemuda Seira Sepakat, Melaporkan Kasus eksploitasi Ribuan Ton Telur Ikan Terbang Ke Pihak Kepolisian

Ruben Matrutty, Nikolas Besitimur, Mecho Serwunan

Pemuda Seira Sepakat, Melaporkan Kasus eksploitasi Ribuan Ton Telur Ikan Terbang Ke Pihak Kepolisian



SAUMLAKI, INDOMETRO.ID - Maraknya Ilegal Fishing ribuan ton telur ikan terbang dieksploitasi dari perairan Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saumlaki (05/06/2021)

Ruben Matrutty mengatakan, Diduga ratusan kapal - kapal nelayan andon yang datang dari Sulawesi itu tak memiliki SIPI yang jelas, namun diamankan. masalah ini sengaja didiamkan oleh oknum tertentu yang terlibat dalam kasus Ilegel Fishing eksploitasi telur ikan terbang di perairan Seira

Kegiatan penangkapan telur ikan itu dikategorikan sebagai bagian dari praktek penangkapan ikan ilegal karena selama beroperasinya kapal - kapal ini tidak pernah menunjukan SIPI untuk Pemerintah Desa dan masyarakat setempat

"Nelayan andon yang mengeksploitasi ribuan telur ikan terbang di laut Seira, tak pernah memberikan kontribusi bagi pemerintah desa Seira Blawat, PAD bagi pemerintah daerahpun sangat sedikit terdapat sistem yang salah dikelola oleh Dinas Perikanan misalnya Retribusi", Tegasnya

Terjadi selama ini, hanya konflik dan konspirasi serta keuntungan yang diambil oleh pihak - pihak tertentu dengan demikian kami Pemuda Seira Blawat akan mengupas tuntas kasus nelayan andon ini untuk dibawah ke aparat penegak hukum agar ditelusuri dan ditindaklanjuti.

Mecho Serwunan mengatakan, Telur ikan yang dieksploitasi dari perairan Seira, oleh ratusan kapal ikan yang datang dari Sulawesi itu sangat berlebihan sehingga mengancam populasi ikan terbang akan habis. Hal ini menyebabkan masyarakat Seira hingga saat ini tidak tenang dan akan melaporkan masalah ini ke Pihak Kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut. 

"Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan media ini bahwa : Sebanyak 180 kapal beroperasi mengambil telur ikan terbang bahkan pengambilan telur ikan oleh nelayan - nelayan andon itu tidak diawasi pemerintah" Ungkap Serwunan

Nikolas Besitimur mengatakan, Merujuk pada Kepmen Nomor 69 Tahun 2016 Tentang Rencana Pengelolaan Ikan Terbang Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, Kalau ini terus dikelola oleh ratusan nelayan andon dari sulawesi maka, telur ikan terbang di Seira akan punah. karena kita hanya dapat 7% WPPNRI 718 sebesar 985 ton per tahun (7%) Telur Ikan Terbang sangat sedikit. Dalam rencana pengelolaanya sudah diatur. mestinya nelayan andon diijinkan untuk mencari telur ikan terbang pada WPPNRI 713 Sebesar 3.042 ton pertahun 21%, tak bisa dipaksakan untuk nelayan andon terus melakukan eksploitasi di wilayah perairan laut Seira, pasti akan terjadi kepunahan. dan juga Ikan Tuna di Perairan Seira akan punah karena makanannya habis. diambil oleh nelayan-nelayan andon

"Saya telah diskusikan ini dengan Pak. Nono Sampono sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, yang melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kasus nelayan andon yang tak kunjung selesai serta memunculkan konflik sosial ditengah - tengah masyarakat Seira, saya telah minta kepada beliau untuk melanjutkan aspirasi ini ke Gubernur Maluku serta Kementrian Kelautan dan Perikanan agar dapat diperjelas soal ijin dari nelayan-nelayan andon yang melaksanakan eksploitasi telur ikan terbang di Perairan Seira." Tutup Besitimur. (Tim Red)**



Artikel Terkait