Ticker

6/recent/Ticker-posts

Diduga "AJ" Rusak Puluhan Hektar Hutan Produksi

Diduga "AJ" Rusak Puluhan Hektar Hutan Produksi


Basel, indometro.id - Terkesan dibiarkan, puluhan hektar lahan berstatus Hutan Produksi (HP), yang berada di lokasi Air Ketuyung, Dusun Jamphan,  Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami rusak berat.

“Terkesan adanya pembiaran puluhan hektar lahan HP dirusak”.

Menurut beberapa narasumber di lapangan yang namanya tidak mau disebutkan, Selasa (6/4/2021) lalu mengatakan, bahwa lebih kurang 40 (empat puluh) hektar lahan kawasan tersebut, telah dirusak oleh seorang warga Dusun Jamphan inisial “AJ”, (seperti di gambar), hutan rindang tersebut sudah gundul.

Sedangkan tujuan dari perusakan hutan tersebut, belum jelas akan dijadikan sebagai apa.

Untuk meluruskan terkait temuan puluhan hektar lahan yang rusak tersebut, awak media pun berulang kali mencoba menghubungi AJ, baik melalui sambungan telephone ataupun via pesan singkat WhatsApp, namun belum mendapat tanggapan sama sekali dari AJ.

Kepala KPHP Jebu Bembang Meliadi, ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa lahan yang sudah dirusak tersebut masuk kedalam kawasan HP.

Namun kata Meliadi, sejak tahun 2015 lahan yang ditemukan awak media yang hutannya dalam keadaan sudah diratakan dan dibakar tersebut, sudah masuk ke konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri).

“Benar, titik kordinat yang dikirim tersebut merupakan kawasan HP, namun wilayah tersebut sudah masuk ke dalam konsesi HTI, nanti wartawan silahkan konfirmasi juga ke PT BRS selaku pelaksana pengelola HTI,” kata Meliadi.

Sesuai arahan dari kepala KPHP Jebu, awak media selanjutnya, menyambangi kantor PT. BRS yang terletak di Desa Puput, Kecamatan Parit Tiga, guna melanjutkan konfirmasi terkait perusakan lahan yang ditemukan.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, Humas PT BRS Idris membenarkan, bahwa lahan yang telah dirusak tersebut masuk kedalam area yang telah diplot oleh HTI, yang nantinya akan dikelola oleh PT. BRS.

Namun, dirinya belum mengetahui bahwa lahan yang dimaksud sudah dalam keadaan rusak parah.

Idris mengatakan, bahwa temuan awak media terkait kerusakan hutan akibat ulah manusia tersebut, akan segera ditindaklanjuti, berupa pengecekan di lapangan, dan selanjutnya dilaporkan ke Kementerian Kehutanan, berikut Gakkum melalui laporan bulanan PT. BRS.

“Terkait kerusakan hutan yang ditemukan awak media, kita sudah masukkan itu kedalam laporan bulanan PT. BRS ke Kementerian Kehutanan RI, dan Gakkum, melalui laporan bulanan PT. BRS,” kata Idris, Kamis (09/04/2021).

Secara umum program HTI yaitu, untuk memproduksi tanaman dengan menerapkan budidaya kehutanan dalam memenuhi bahan baku industri, salah satu contohya yaitu, penanaman Kayu Akasia di HP.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada pemilik lahan dan ke instansi terkait terus diupayakan. 

(ID)


Artikel Terkait