Ticker

6/recent/Ticker-posts

Sukabumi Mulai Menggaungkan Hidup Normal Upaya Menghadapi Covid-19

foto : ilustrasi


Sukabumi, indometro.id - New Normal atau hidup normal baru kini mulai digaungkan sebagai upaya dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Sejauh ini ada 25 kabupaten kota yang disebut-sebut siap melaksanakan new normal.

Lantas, bagaimana dengan Kota Sukabumi? Ditanyakan soal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Wahyu Handriana mengatakan, Kota Sukabumi akan selalu siap dalam menjalankan instruksi dari pemerintah pusat.

“Kalau pemerintah pusat menginstruksikan untuk diterapkan (new normal) maka kita akan sikapi sesuai arahan dari pimpinan daerah,” kata Wahyu

Namun sejauh ini, kata Wahyu lagi, pihaknya masih optimistis dapat menekan laju angka pertumbuhan kasus virus corona di Kota Sukabumi. Sebagai bukti bahwa data yang diliris hari ini, tanggal 27 Mei 2020 pukul 12.00 WIB tidak tampak adanya penambahan kasus alias nol, baik itu untuk ODP, PDP bahkan pasien terkonfirmasi positif.

“Kita masih menjalankan fungsi kita masing-masing. Masih melakukan tracing dan masih mengimbau kepada masyarakat untuk physical distancing,” beber Wahyu.

Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, aparat keamanan siap diterjunkan dalam menghadapi kehidupan new normal atau era normal baru di masa pandemi virus Korona atau Covid-19. Setidaknya ada 25 kabupaten/kota yang dikatakan siap menjalani new normal.

”Kita sudah mulai, digelar, pasukan aparat TNI dan Polisi yang diterjunkan ke lapangan, ke titik titik keramaian di kabupaten dan kota dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/5).

Nantinya, daerah lain akan menyusul untuk bisa diterapkan new normal di masa pandemi ini. Tentunya penerapan new normal kepada daerah lain berdasarkan data tingkat reproduksi secara umum (R0) dan angka reproduksi per hari (Rt) virus tersebut.

“Akan kita lihat dari angka dan fakta di lapangan yang berkaitan denga R0 dan Rt. Apabila efektif, kita akan gelar perluas lagi ke provinsi yang lain,” katanya.

Dengan menerapkan new normal tersebut, masyarakat tetap diharuskan melakukan protokol kesehatan. Sehingga angka penularan virus tersebut bisa dikendalikan. “Jadi disosialisasikan secara masif sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan, seperti jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, dilarang berkerumun,” ungkapnya.(Anwar)