Ticker

6/recent/Ticker-posts

33 Tentara Tewas Diserang Pasukan Suriah, Turki Buka kembali Akses Imigran ke Eropa

33 Tentara Tewas Diserang Pasukan Suriah, Turki Buka kembali Akses Imigran ke Eropa
ist

INDOMETRO.ID - Turki membuka pintu bagi imigran dari berbagai negara Timur Tengah dan Asia Tengah, Jumat (28/2/2020), untuk menuju Eropa, setelah 33 pasukannya tewas diserang pasukan rezim Bashar Al Assad di Provinsi Idlib, Suriah.

Surat kabar pro-pemerintah Turki, Sabah, melaporkan keputusan untuk membuka pintu gerbang perbatasan bagi imigram diambil setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan memimpin pertemuan darurat.

Hampir 300 imigran tiba di Provinsi Edirne, perbatasan dengan Yunani, setelah mendengar keputusan tersebut. Para imigran asal Suriah, Iran, Irak, Maroko, dan Pakistan, itu berupaya menuju negara-negara di Eropa untuk memperbaiki nasib, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/2/2020).

Kelompok imigran lain tiba di pantai Ayvacik, Canakkale, sebelah barat Turki untuk berangkat ke Lesbos menggunakan kapal.

Gubernur Provinsi Hatay sebelumnya mengatakan, sebanyak 33 tentara Turki tewas dan 32 lainnya luka akibat serangan udara pasukan Suriah di Idlib.

Turki memiliki 12 pos keamanan di Idlib sebagai bagian dari kesepakatan 2018 dengan Rusia untuk mencegah serangan rezim Bashar Al Assad. 

Namun beberapa bulan terakhir, Assad justru menggencarkan serangan untuk merebut kembali Idlib, benteng terakhir pemberontak, dengan bantuan Rusia.

Direktur Komunikasi Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, sebelumnya mengatakan, pihaknya melancarkan serangan balasan ke ke semua pertahanan pasukan Suriah di Idlib.

"Semua target rezim (Bashar Al Assad) telah diketahui dan akan terus diserang dari udara dan darat," kata Altun.

Dia juga mendesak komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya yakni menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan rezim Assad. Seperti diketahui, serangan udara Suriah yang dibantu Rusia juga menewaskan ratusan warga sipil di Idlib.

"Kami tidak bisa berdiri dan menonton peristiwa masa lalu di Rwanda serta Bosnia dan Herzegovina terulang hari ini di Idlib," tuturnya.

Turki menentang serangan pasukan Suriah ke Idlib salah satunya karena akan memicu gelombang pengungsian baru ke wilayahnya. Saat ini Turki menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah.

Ratusan ribu warga Idlib terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan menuju perbatasan Turki sejak serangan pasukan rezim Assad.


berita ini bersumber dari inews