Reduce bounce ratesindo Tak Laku, Pedagang dan Pengojek Buang Sayuran ke Jalanan, Ujung-ujungnya Minta Maaf - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Tak Laku, Pedagang dan Pengojek Buang Sayuran ke Jalanan, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Tak Laku, Pedagang dan Pengojek Buang Sayuran ke Jalanan, Ujung-ujungnya Minta Maaf 

INDOMETRO.IDPara pengojek dan pedagang sayur di Kayu Aro, Kerinci meminta maaf atas aksi membuang sayuran hasil tanam ke jalanan.
"Dengan ini kami mohon maaf kepada petani dan pihak-pihak di bidang pertanian," demikian permintaan maaf pengojek dan pedagang sayuran yang diwakili Rosi Vaskal dan Pori Andani didampingi Ketua Gapoktan dan Kepala Desa Sangir Arif Fandani, Senin (28/1).
Dalam pernyataan permintaan maaf, beberapa poin yang disampaikan yakni sayuran yang dibuang tersebut berupa kentang berukuran kecil, jelek dan juga kol yang tidak laku di pasar.
Kedua, para pelaku mengaku sadar bahwa tindakan tersebut salah serta tidak mendidik masyarakat. Kemudian mereka meminta maaf kepada masyarakat tani dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementarian Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang telah merespons sigap atas kekilafan kami ini," jelas Rosi Vaskal seperti media online.
BACA JUGA:

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Khalis mengatakan, saat ini produksi sayuran di wilayahnya sedang mengalami panen raya. Kerinci merupakan sentra sayuran dan mayoritas penduduk mengandalkan dari pertanian.
"Kami memberi pembinaan ke petani untuk mengikuti anjuran bertani yang baik dan mendampingi dalam proses produksi," ujarnya.
Bahkan, lanjut Khalis, pihak Kementan pada Jumat lalu (25/1) telah membantu benih kentang unggul sebanyak empat ton dan benih kubis untuk tiga hektare lahan. 
"Kementan juga menyiapkan bantuan sarana pasca panen dan olahannya sesuai hasil identifikasi kebutuhan kelompok tani," jelasnya.
Terpisah, Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi menambahkan, timnya selalu bergerak cepat menyelesaikan masalah di lapangan. Kementan pun mendorong agar para petani dalam kelompok tani intensif menerapkan 10 jurus berusaha tani sehingga pasokan dan harga stabil.
"Pertama, agar menggunakan benih unggul sehingga produktivitasnya naik," katanya.
Kedua, petani diminta dapat mengikuti anjuran pola tanam antar waktu dan antar lokasi sehingga pasokan stabil setiap bulan. Ketiga, pupuk organik dibuat sendiri dari bahan-bahan alami di sekitar. Keempat, pestisida dibuat sendiri yang ramah lingkungan sehingga efisien biaya dan menghasilkan produk berkualitas. Kelima, pasca panen yang baik.
Selanjutnya, hilirisasi dengan industri olahan skala rumah tangga. Kemitraan dengan pelaku usaha dan eksportir. Serta membangun tata niaga yang efisien dengan membentuk koperasi, selain membangun pasar lelang di farmgate, dan mendorong produk berkualitas di supermarket dan ekspor.
"Dengan sepuluh jurus itu diharapkan produksi dan produktivitas naik, harga bagus dan kesejahteraan petani meningkat," pungkas Suwandi.(rsky)

Posting Komentar untuk "Tak Laku, Pedagang dan Pengojek Buang Sayuran ke Jalanan, Ujung-ujungnya Minta Maaf "

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :

INDOMETRO MEDIA

Media promosi untuk bisnis, usaha, produk dan jasa Anda

SLOT IKLAN
📢
PASANG IKLAN DI SINI

Promosikan bisnis, produk atau jasa Anda melalui INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PROMO
📣
PASANG IKLAN DI SINI

Jadikan brand Anda lebih dikenal oleh pembaca INDOMETRO.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
BUSINESS
💼
PASANG IKLAN DI SINI

Pilihan promosi untuk UMKM, perusahaan dan pelaku usaha.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan
PREMIUM
🚀
PASANG IKLAN DI SINI

Tingkatkan visibilitas brand Anda bersama INDOMETRO MEDIA.

Harga mulai Rp50.000
Klik untuk informasi & pemesanan