-->
  • Jelajahi

    Copyright © Indometro Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    JustMarkets

    Temukan Kami DI Fb

    3 Tahun Buka Praktik Ilegal, Poldasu Bekuk Dokter Gigi Gadungan

    redaksi
    Selasa, 07 Agustus 2018, Agustus 07, 2018 WIB Last Updated 2018-08-07T02:15:31Z

    Follow Yok Frend :

    @adv_kaharudinsyah.sh
    Tim Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara memaparkan tersangka dokter gigi palsu Rudini Arif (baju tahanan) dan barang bukti sitaan/ist
    MEDAN, INDOMETRO.ID- Tim Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimsus Polda Sumut) menangkap seorang dokter gigi gadungan yang berpraktik dikediamannya di Jalan Jalan Setia Luhur No 177 A Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, pada Sabtu, 21 Juli 2018 sekitar pukul 18.30 wib lalu.
    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, dokter gigi gadungan tersebut bernama Rudini Arif S.Pt (27) warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kel Durian, Kec Medan Timur.
    “Sebelum ditangkap, tersangka diketahui telah berpraktik sejak tahun 2015,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (6/8/2018).
    Tatan menjelaskan, penangkapan yang terhadap dokter gadungan bergelar pendidikan Sarjana Peternakan tersebut dilakukan, setelah Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan malpraktik kedokteran gigi yang berlangsung di kediaman tersangka.
    “Selanjutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat praktik itu dengan mempergunakan bantuan informan yang berlakon sebagai calon pasien yang mempunyai keluhan gigi,” jelasnya.
    Kemudian, lanjut Tatan, setelah calon pasien memasuki ruangan praktik dokter gigi dan duduk di kursi unit praktek gigi, penyelidik langsung memasuki rumah yang dijadikan tempat praktik gigi itu. Dimana penyelidik melihat Rudini sedang melakukan perawatan dan pengobatan gigi terhadap seorang pasien.
    Adapun alat yang ditemukan diruangan Rudini untuk praktik gigi, berupa 1 set TCD, 1 set Tool Kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 buah kaca mata pasien, 1 set suction, 1 buah handuk alas, 1 set Dental Unit, 1 set Bahan Gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut.
    “Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink, dengan memegang peralatan kaca mulut yang akan dipergunakan menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi, sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.
    Tatan juga menyatakan, Rudini menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan seolah-olah ia adalah seorang dokter atau dokter gigi dengan papan nama baju yang bertuliskan drg Rudini Arif.
    Saat ini, Tatan mengaku, bahwasanya Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan terhadap Rudini. Begitupun, dokter gigi gadungan ini dipersangkakan dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00.
    “Untuk tindak lanjut, kita akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam praktik perawatan dan pengobatan gigi yang dilakukan tersangka, memanggil Dinas Kesehatan Kota Medan dan mengundang Ahli dari IDI Cabang Medan,” tandasnya.(ol)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini