PEKANBARU Indometro.id
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 sebesar *Rp8,378 triliun* dalam Rapat Paripurna, Senin (28/9/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Riau Kaderismanto dan dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Sekda dan seluruh Kepala OPD.
Juru Bicara Banggar DPRD Riau Edi Basri menyebut angka tersebut naik sekitar Rp56 miliar dibanding APBD Murni 2026 yang sebesar Rp8,321 triliun. Kenaikan berasal dari tambahan transfer pusat berupa dana kedaruratan Rp30 miliar untuk penanganan Karhutla dan SiLPA tahun sebelumnya Rp249 miliar.
Pendapatan daerah dalam Perubahan APBD diproyeksikan Rp8,149 triliun, turun Rp105,7 miliar dari target awal, dengan PAD Rp4,712 triliun (57,82%).
Ketua DPRD Riau Kaderismanto dalam paripurna memberikan catatan tegas kepada Pemprov. Ia meminta efisiensi anggaran dan keseimbangan belanja.
Yang pertama efisiensi betul-betul dilakukan agar anggaran lebih bermanfaat. Belanja modal untuk pembangunan harus berimbang, jangan sampai belanja operasi terlalu besar dan pembangunan menjadi kecil kata Kaderismanto.
Menurutnya belanja pegawai saja bisa di atas 60 persen, ditambah belanja jasa membuat porsi operasi sangat dominan. Ia juga mendorong Pemprov menggenjot PAD dari sektor pajak dengan sinergi kabupaten/kota.
Menanggapi itu, Plt Gubernur SF Hariyanto menegaskan Pemprov menerima masukan DPRD. Ia menyebut APBD-P 2026 belum bisa untuk pembangunan fisik baru karena masih fokus menyelesaikan kewajiban tunda bayar kepada pihak ketiga atas pekerjaan 2025.
Masih fokus untuk pembayaran tunda bayar yang sebelumnya. Untuk pembangunan fisik memang belum bisa kita anggarkan jelasnya.
Setelah disahkan, APBD-P 2026 akan dievaluasi Kemendagri sebelum dijalankan. DPRD menargetkan setelah ini langsung membahas APBD Murni 2027. (E,one)




Posting Komentar untuk "DPRD Riau Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp8,378 Triliun, Fokus Selesaikan Tunda Bayar"