Reduce bounce ratesindo MBG Dinilai Dukung Gizi dan Konsentrasi Murid, Pengelolaan Profesional Jadi Kunci - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

MBG Dinilai Dukung Gizi dan Konsentrasi Murid, Pengelolaan Profesional Jadi Kunci


Drs. Muhammad Isya

Murid bukan hanya membutuhkan makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Mereka juga membutuhkan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, aktivitas, dan kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran

Aceh Utara. Indometro. Id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus menunjang kesiapan dan konsentrasi siswa mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Perwakilan Yayasan Aceh Karya Bangsa untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samakurok 1, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Isya, mengatakan pemenuhan gizi anak tidak semestinya dipandang hanya sebagai upaya menghilangkan rasa lapar, tetapi juga sebagai bagian dari investasi terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas pendidikan generasi muda.

“Anak-anak bukan hanya membutuhkan makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Mereka juga membutuhkan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, aktivitas, dan kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran,” ujar Muhammad Isya.

Menurutnya, siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan. Karena itu, kondisi fisik dan kecukupan asupan makanan menjadi salah satu faktor pendukung agar murid dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih siap dan bersemangat.

Ia menjelaskan, MBG memiliki karakter dan tujuan yang berbeda dengan kantin sekolah. Kantin pada prinsipnya menyediakan makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan konsumsi yang dapat dibeli siswa. Sementara MBG dirancang sebagai program pemenuhan makanan bergizi dengan komposisi dan proses penyediaan yang harus memperhatikan kebutuhan gizi murid.

“MBG bukan sekadar menyediakan makanan. Ada proses yang harus diperhatikan, mulai dari pemilihan dan penyediaan bahan baku, pengukuran kandungan gizi, persiapan, pengolahan hingga pemorsian. Kebersihan dan keamanan makanan juga menjadi bagian yang sangat penting,” jelasnya.

Bukan Sekadar Makanan Gratis

Muhammad Isya menilai keberadaan MBG di sekolah dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia sekolah.

Melalui makanan yang beragam dan memenuhi unsur gizi, murid diharapkan tidak hanya memperoleh asupan makanan selama berada di sekolah, tetapi juga semakin memahami pentingnya pola konsumsi yang sehat dan seimbang.

Menurutnya, manfaat program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi dari sejauh mana makanan yang diberikan memenuhi standar yang ditetapkan dan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

“Keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari makanan yang sampai kepada siswa. Yang lebih penting adalah kualitas, kandungan gizi, keamanan makanan, ketepatan pelayanan, dan manfaat yang diterima oleh anak,” katanya.

Jangan Bebani Sekolah dan Guru

Muhammad Isya juga menyoroti pentingnya pembagian peran antara sekolah dan penyelenggara MBG.

Menurutnya, pengelolaan MBG membutuhkan keahlian, sistem, tenaga, serta pengawasan tersendiri. Karena itu, program tersebut sebaiknya dikelola oleh pihak yang memang memiliki kapasitas dalam penyediaan makanan bergizi.

Ia mengingatkan, apabila seluruh proses MBG dibebankan kepada sekolah atau kantin sekolah, dikhawatirkan dapat mengganggu tugas utama sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.

“Kalau MBG harus dikelola sendiri oleh kantin atau sekolah, tentu ada beban tambahan. Guru yang seharusnya fokus mengajar bisa saja harus ikut memikirkan siklus menu, bahan makanan, pengolahan hingga pembagian makanan kepada murid,” ujarnya.

Menurutnya, guru memiliki tugas utama mendidik dan membimbing murid. Sementara penyediaan makanan bergizi membutuhkan sistem pengelolaan tersendiri agar tidak mengganggu proses pembelajaran.

Karena itu, ia menilai sinergi antara sekolah dan pengelola MBG menjadi hal penting. Sekolah dapat menjalankan fungsi pendidikan dan pengawasan lingkungan sekolah, sementara penyelenggara MBG menjalankan fungsi penyediaan makanan sesuai standar yang ditetapkan.

Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

Selain memberikan manfaat bagi siswa, pelaksanaan MBG juga dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi program dalam jumlah besar dapat membuka peluang bagi petani, nelayan, peternak, pelaku usaha pangan, pedagang, dan pemasok bahan makanan lokal untuk terlibat dalam rantai penyediaan bahan baku.

Namun, menurut Muhammad Isya, peluang ekonomi tersebut tetap harus berjalan seiring dengan pengawasan kualitas bahan pangan dan keamanan makanan.

“Program ini besar sehingga pengelolaannya juga harus serius. Bahan makanan harus baik, proses pengolahan harus bersih, pemorsian harus tepat, dan makanan harus sampai kepada siswa dalam kondisi layak,” katanya.

Evaluasi Harus Berjalan

Muhammad Isya menegaskan bahwa MBG sebagai program berskala besar membutuhkan evaluasi secara berkala.

Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kualitas menu, ketepatan distribusi, kebersihan, penerimaan siswa terhadap makanan, hingga efektivitas pelayanan.

“Program yang besar tentu membutuhkan evaluasi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap evaluasi digunakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan MBG di Aceh Utara terus dikembangkan dengan mengedepankan kualitas, transparansi, kebersihan, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran.

Pada akhirnya, kata dia, ukuran keberhasilan program bukan semata-mata seberapa banyak makanan yang dibagikan, melainkan sejauh mana MBG mampu mendukung kesehatan dan kesiapan siswa dalam belajar.

“Kalau anak mendapatkan makanan yang bergizi, pelayanan berjalan baik, dan program dikelola secara profesional, maka MBG dapat menjadi salah satu dukungan penting bagi pendidikan dan kualitas generasi muda,” pungkas Muhammad Isya.

Posting Komentar untuk "MBG Dinilai Dukung Gizi dan Konsentrasi Murid, Pengelolaan Profesional Jadi Kunci"

Berita Terkini

UPDATE BERITA
Berita Terbaru LIVE
  • Memuat berita...
Berita Terkini UPDATE
  • Memuat berita...
Ads :