Ruteng, NTT, Indometro.id – Sejumlah persoalan mendasar yang selama bertahun-tahun dirasakan masyarakat kembali mengemuka dalam kegiatan reses Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Manggarai, Hima Domi Antonius.
Dalam reses yang dilaksanakan pada 6–11 Agustus 2026, Domi menyambangi warga di tiga kelurahan di Kecamatan Langke Rembong, yakni Kelurahan Tenda, Satar Tacik, dan Compang Carep.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini mereka harapkan dapat mendapat perhatian pemerintah.
Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, jalan setapak, perbaikan jalan raya, pembangunan drainase, hingga bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga kurang mampu.
Dari berbagai aspirasi tersebut, persoalan RTLH menjadi salah satu yang cukup menyentuh perhatian Domi. Pasalnya, terdapat warga di Kelurahan Satar Tacik yang telah mengusulkan bantuan pembangunan rumah layak huni sejak 2021, namun hingga kini belum terealisasi.
Warga mengaku kecewa karena harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak belum juga terwujud. Padahal, mereka bahkan menyatakan kesediaannya untuk menyiapkan dana tambahan apabila bantuan pembangunan rumah tersebut dapat direalisasikan.
Menurut Domi, aspirasi tersebut bukan sekadar disampaikan warga dalam forum reses. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi rumah warga yang membutuhkan perhatian.
“Kami sudah cek di lokasi, yaitu di Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong. Memang ada dua rumah yang tidak layak huni. Ada rumah gedek, lantainya masih tanah, terbuat dari kayu, sementara seng yang digunakan merupakan seng bekas yang sudah berlubang dan bocor,” ungkap Domi.
Ia mengatakan, salah satu rumah tersebut bahkan telah berusia sekitar 40 tahun. Sementara rumah lainnya memiliki kondisi yang hampir sama dan ditempati oleh keluarga yang secara ekonomi kurang beruntung.
“Rumah gedek yang mereka tempati itu sifatnya darurat saja,” ujar mantan anggota Polri tersebut.
Domi menilai kondisi itu perlu mendapat perhatian serius. Momentum reses di bulan kemerdekaan, menurutnya, menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menyampaikan harapan agar program rumah tidak layak huni dapat benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.
Selain persoalan rumah layak huni, pembangunan drainase juga menjadi aspirasi yang hampir disampaikan warga di tiga kelurahan tersebut.
“Mereka juga minta pembuatan sarana drainase di Kelurahan Compang Carep dan Kelurahan Satar Tacik. Lalu Kelurahan Tenda juga meminta pembangunan drainase di Kampung Tenda, dari jalan umum di bagian atas menuju Kampung Tenda,” kata Domi.
Khusus di Kelurahan Satar Tacik, warga mengusulkan pembangunan drainase di wilayah Lodok Lingko Muwang.
Tak hanya drainase, warga juga meminta pembangunan dan perbaikan sejumlah jalan lingkungan. Salah satunya ruas jalan yang menghubungkan RT 09 hingga RT 13 dengan panjang kurang lebih 500 meter yang kondisinya membutuhkan perbaikan.
Menurut Domi, sejumlah warga mengaku kecewa karena berbagai kebutuhan tersebut belum mendapat respons yang mereka harapkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan.
Karena itu, reses anggota DPRD menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menyuarakan kebutuhan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.
Domi mengatakan, seluruh aspirasi yang diterimanya akan menjadi bahan perjuangan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Manggarai.
“Kami berupaya memperjuangkan aspirasi tersebut melalui pokok pikiran anggota dewan. Kami tidak memberikan janji, tetapi kami berusaha dan mengawalnya,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan berharap agar pemerintah dapat merespons aspirasi yang telah disampaikan.
“Bapa mama bersabar seraya berdoa, semoga pemerintah bisa merespons beberapa aspirasi yang telah disampaikan tadi,” tutup Domi. (****)





Posting Komentar untuk "Warga Tiga Kelurahan Sampaikan Aspirasi, RTLH dan Drainase Jadi Sorotan dalam Reses Hima Domi Antonius"