Ruteng, Indometro.id –
Suasana penuh sukacita mewarnai pembukaan rangkaian lomba dalam perayaan Pesta Emas ke-50 Paroki St. Antonius Padua Rii Beamese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026, dipusatkan di Aula Santo Petrus Paroki Rii dan Gedung SDK Rii. Beragam mata lomba digelar, meliputi pidato, vokal solo, cerdas cermat, kuis Kitab Suci, mazmur tanggapan, serta baca Kitab Suci.
Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang mewakili 11 wilayah dan 14 stasi di lingkungan Paroki St. Antonius Padua Rii Beamese. Antusiasme peserta bersama para guru pendamping dan pembina tampak sejak acara pembukaan.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Kementerian Agama Kabupaten Manggarai dan para guru SMAK Ketang, kecamatan Lelak. Setiap cabang lomba dinilai oleh tiga juri, sementara lomba cerdas cermat melibatkan empat orang juri.
Ketua Panitia, Maximilianus Kolbedeus, S.Pd.Gr, mengatakan rangkaian lomba tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam perayaan Pesta Emas, tetapi merupakan bagian dari pembinaan generasi muda Katolik.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tujuan utamanya adalah membentuk peserta didik yang memiliki wawasan luas, pengetahuan yang memadai, serta mampu menghayati kehidupan menggereja dalam mengimani ajaran Tuhan Yesus sebagai Sang Guru," ujarnya.
Menurut Maximilianus, seluruh cabang lomba dirancang untuk menggali bakat, minat, kecerdasan, sekaligus memperkuat karakter peserta agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Silvester Kare, S.Pd, yang juga Koordinator Pendidikan Kecamatan Cibal, menegaskan bahwa makna Pesta Emas tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan sikap hidup.
"Pada usia 50 tahun ini, emasnya bukan hanya usia paroki, tetapi hati kita juga harus menjadi emas. Iman harus semakin matang dan diwujudkan melalui sikap, perilaku, perkataan, kehadiran dalam Perayaan Ekaristi, doa bersama, maupun doa di dalam keluarga," katanya.
Ia juga mendorong seluruh sekolah agar aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan gereja maupun dunia pendidikan.
"Saya mewajibkan setiap sekolah mengambil bagian dalam kegiatan seperti ini. Melalui lomba, peserta didik memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan, dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki," tegasnya.
Silvester mengingatkan bahwa kepandaian semata belum cukup apabila tidak disertai karakter dan keteladanan.
"Negara kita saat ini sedang menghadapi krisis figur. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, beriman, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, guru memiliki tanggung jawab besar sebagai figur publik di dunia pendidikan untuk membimbing peserta didik menjadi manusia yang utuh, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui rangkaian perlombaan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga semakin menghayati nilai-nilai Kristiani dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara pembukaan turut dihadiri Pastor Paroki Rii Romo Tarsi Syukur, Pr, Romo Vikaris Herman Jewaru, Pr, para guru pendamping, ketua wilayah dan stasi, dewan juri, serta ratusan peserta dan undangan. Diperkirakan hampir 300 orang memadati Aula Santo Petrus Paroki St. Antonius Padua Rii Beamese untuk mengikuti pembukaan kegiatan tersebut. Yos Geong dan Tim.



Posting Komentar untuk "Semarak Pesta Emas Paroki Rii, Beamese Cibal, Perkuat Iman, Ratusan Pelajar Ikuti Berbagai Lomba "