Reduce bounce ratesindo Yolanda Suebu: Pernyataan Mama Yasinta Jadi Cerminan Kondisi OAP Yang Belum Baik-baik Saja - Indometro Media
banner image

Yolanda Suebu: Pernyataan Mama Yasinta Jadi Cerminan Kondisi OAP Yang Belum Baik-baik Saja



Mama Yasinta,salah satu tokoh perempuan Papua.







YALIMO, INDOMERTO.ID – Pernyataan viral tokoh perempuan adat dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwen atau yang dikenal sebagai Mama Yasinta, terkait film dokumenter Pesta Babi, mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat Papua.

Salah satunya datang dari Yolanda Suebu yang menilai bahwa pernyataan Mama Yasinta menjadi cerminan kondisi Orang Asli Papua (OAP) yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
Pernyataan tersebut diterima awak media Indomerto.id melalui pesan WhatsApp pada Senin, ( 1/6/26 )

Menurut Yolanda Suebu, kekecewaan yang disampaikan Mama Yasinta karena merasa "dibohongi" atau "dijebak" dalam film dokumenter tersebut merupakan hal yang wajar karena menyangkut penggunaan wajah dan pernyataannya dalam sebuah karya jurnalistik maupun dokumenter.

"Ini lebih merupakan persoalan etika jurnalistik dan dokumenter, terutama terkait persetujuan yang dipahami secara utuh oleh narasumber serta penggunaan narasi masyarakat lokal oleh pihak eksternal," ujarnya.

Yolanda menegaskan bahwa pernyataan Mama Yasinta tidak dapat diartikan sebagai penolakan terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat adat Papua, termasuk persoalan tanah adat maupun dampak dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, Mama Yasinta hanya menyampaikan keberatan terhadap cara penyajian narasi yang dianggap tidak sepenuhnya mewakili suara dan pandangannya secara utuh.

Lebih lanjut, Yolanda mengingatkan agar masyarakat tidak mempolitisasi pernyataan tersebut maupun melontarkan komentar yang justru menyudutkan Mama Yasinta.

"Beliau sudah berjuang dan bertahan dalam berbagai situasi yang tidak mudah. Karena itu, pernyataannya tidak perlu dipolitisasi atau dijadikan alat untuk menyerang pihak tertentu," katanya.

Ia menilai kasus ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang semakin besar di kalangan masyarakat adat terhadap berbagai pihak luar, baik pemerintah, aktivis maupun pembuat film dokumenter.

"Masyarakat adat sering merasa hanya dijadikan objek untuk kepentingan tertentu tanpa benar-benar dihargai sebagai subjek yang memiliki hak penuh atas suara dan pandangannya sendiri," jelas Yolanda.

Selain itu, kasus tersebut juga memperlihatkan bagaimana suara masyarakat adat rentan digunakan dan dibingkai ulang untuk mendukung berbagai kepentingan, baik yang pro maupun kontra terhadap suatu kebijakan.

Yolanda menyebut bahwa kondisi masyarakat adat Papua saat ini berada dalam tekanan yang kompleks.

Di satu sisi mereka menghadapi persoalan terkait tanah adat, pembangunan dan investasi, sementara di sisi lain mereka juga kerap menjadi bagian dari narasi kampanye berbagai kelompok tanpa adanya pendampingan dan solusi yang berkelanjutan.

Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa kesejahteraan Orang Asli Papua masih menghadapi tantangan besar, mulai dari persoalan tanah, pendidikan, kesehatan hingga ekonomi.

"Kasus Mama Yasinta secara khusus mengingatkan kita semua tentang pentingnya menghormati suara asli masyarakat adat dan hak mereka untuk menentukan bagaimana cerita mereka disampaikan kepada publik," ujarnya.

Yolanda juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum dan etika bagi masyarakat adat, baik dari negara maupun pihak ketiga yang memanfaatkan narasi masyarakat dalam berbagai bentuk karya jurnalistik maupun dokumenter.

Di akhir pernyataannya, Yolanda Suebu mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan penghormatan terhadap suara masyarakat adat.

"Solusinya bukan membela atau menyerang salah satu pihak, tetapi memastikan bahwa suara masyarakat adat didengar secara langsung, utuh, dan tanpa manipulasi, baik oleh pemerintah maupun oleh para pendukung dan aktivis yang mengatasnamakan kepentingan mereka," tutupnya.**($t)



Posting Komentar untuk "Yolanda Suebu: Pernyataan Mama Yasinta Jadi Cerminan Kondisi OAP Yang Belum Baik-baik Saja"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?