Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan strategi penurunan TPT ke Kemendagri lewat zoom pada Rabu (1/4/2026). TPT 2025 turun jadi 3,81% dari 4,08% (2024), tren positif sejak 2020 (6,75%). Strategi: fokus UMKM & ekonomi kreatif, pelatihan vokasi (MoU BBPVP Medan & Baznas), job fair, link & match 6 SMK, kerja sama 7 LPKS serap 1.180 tenaga kerja, serta inovasi SIKAT (sikat.tanjungbalai.go.id). Target TPT 2029 terus turun lewat kolaborasi & RTKD.
TANJUNGBALAI, Indometro.id –
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyampaikan strategi dan inovasi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tanjungbalai dalam penilaian apresiasi kinerja pemerintah daerah oleh Kemendagri, Rabu (01/04/2026).
Paparan disampaikan secara virtual melalui zoom meeting dari Command Center Dinas Kominfo Tanjungbalai. Kegiatan ini bagian dari penilaian kinerja kepala daerah dimensi penurunan pengangguran.
Mahyaruddin menyebutkan TPT Kota Tanjungbalai tahun 2025 tercatat 3,81 persen. Angka ini turun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,08 persen.
"Meski TPT itu berada sedikit di atas rata-rata provinsi dan nasional 4,74 persen, namun tren penurunan yang terjadi menunjukkan arah yang positif dan konsisten yang cukup signifikan," katanya.
Ia memaparkan tren penurunan TPT sejak 2020. Pada 2020 sebesar 6,75%, 2021 (6,59%), 2022 (4,62%), 2023 (4,47%), 2024 (4,08%), dan 2025 turun menjadi 3,81%.
"Capaian tingkat pengangguran terbuka dari tahun 2020-2025 di Kota Tanjungbalai terus mengalami penurunan," sebut Wali Kota.
Menurutnya, Tanjungbalai dengan penduduk 190.135 jiwa dan angkatan kerja 99.593 jiwa bukan kota industri. Sebagian besar masyarakat bergerak di sektor jasa dan perdagangan.
Karena itu, penanganan pengangguran difokuskan pada penguatan ekonomi kreatif dan UMKM secara terarah dan terintegrasi.
Pemko Tanjungbalai menetapkan isu pengangguran sebagai prioritas strategis RPJMD 2025–2029. Fokusnya perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas tenaga kerja, pelatihan, dan pemagangan.
Sejumlah langkah konkret dilakukan, antara lain revitalisasi sektor jasa-perdagangan, penguatan UMKM lewat pelatihan, bantuan peralatan, dan akses pasar.
Selain itu, program magang dan sertifikasi kompetensi diperluas, terutama bagi lulusan SMK agar siap kerja.
Strategi lainnya, Pemko menjalin MoU dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Baznas Tanjungbalai untuk pelatihan berbasis kompetensi.
Pelaksanaan Job Fair, Link and Match dengan 6 SMK, penyediaan lahan kawasan industri, hingga penanganan sedimentasi Sungai Asahan dan Sungai Silau juga dijalankan.
Pada 2025, Pemko bekerja sama dengan 7 LPKS seperti Swadaya Training Center, Mandiri Kursus, Vijaya Learning Center, Papindo Education Center, Royal Skill Training, Melda Salon Training Center, dan Sumi Garmen. Total tenaga kerja terserap 1.180 orang.
Inovasi lain yakni Sistem Informasi Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai (SIKAT) yang bisa diakses di sikat.tanjungbalai.go.id. Layanan ini memuat info lowongan AKL, AKAD, AKAN, serta pemagangan dalam dan luar negeri.
Ke depan, Pemko menargetkan peningkatan peserta pelatihan dan penempatan kerja secara bertahap hingga 2027. TPT tahun 2029 ditargetkan terus turun.
"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Selain itu, kemudahan perizinan bagi perusahaan padat karya, stimulus kewirausahaan, serta penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) terus diperkuat.
Hadir mendampingi Wali Kota dalam paparan tersebut Sekda Nurmalini Marpaung, Asisten Administrasi Umum Walman Riadi P Girsang, Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Agus Salim, serta pimpinan OPD terkait. (Kabiro)



Posting Komentar untuk "TPT Tanjungbalai Turun Mahyaruddin Paparkan Strategi Penurunan"