OKI, Indometro.id-
Diduga masih minimnya pembinaan dan pengawasan dari Satgas MBG Kabupaten OKI. Lagi lagi soal Makan Bergizi Gratis (MBG) di permasalahkan masyarakat khususnya lagi dari orang tua siswa. Kali ini roti berjamur didapati dalam menu MBG kering yang didistribusikan oleh Catering Dimas Yudha Perkasa pada Jumat tanggal 13/3/2026, di SDN 1 Awal Terusan salah satu lingkungan sekolah di Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ironisnya lagi pada bulan puasa.
Menurut informasi dari masyarakat yang sekaligus orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kalau roti MBG yang dibagikan tersebut dapat dikatakan tidak layak dikonsumsi, karena telah ditumbuhi jamur.
Dirinya sangat menyesalkan terjadinya hal ini, karena terkesan tidak adanya pemeriksaan dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), padahal mereka ada tim kesehatannya. Hal ini dapat pula dikategorikan dalam perbuatan kelalaian. Masalah kelalaian dalam hal ini sudah ada sanksi pidananya, yaitu dalam Pasal 474 ayat (1) dan (2) dan (3) jo. Pasal 475 KUHP Nasional.
"Kita sama sama tahu, kalau mengonsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, dan pada sebagian orang bisa menyebabkan gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare. Dan lebih bahayanya lagi tidak menutup kemungkinan dapat berujung kematian, " katanya
Lanjut dia lagi, pihak terkait harus dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini, khususnya lagi Ketua Satgas MBG Kabupaten OKI. Terkesan hanya menerima dan mengecek laporan yang bagus saja, tanpa mengkroscek ke lapangan dan memberikan sanksi tegas secara langsung sebagai efek jera. " Apakah harus ada korban dulu baru adanya tindaklanjut," tuturnya
Rindayani, yang diduga penanggungjawab pihak SPPG dari MBG yang bersangkutan hingga saat ini tidak dapat memberikan keterangan, terkesan menghindar di duga dirinya memang merasa telah melakukan kesalahan atas kelalaiannya tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua LSM MITRA MABES, Ollan.SP, sangat menyayangkan adanya dugaan penyajian makanan yang tidak layak dikonsumsi oleh para siswa. Ia meminta agar pihak-pihak terkait segera turun langsung meninjau dapur SPPG yang menyediakan makanan tersebut.
“Program MBG ini sangat baik untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak. Namun jika makanan yang disajikan tidak layak konsumsi, tentu sangat membahayakan kesehatan siswa. Kami meminta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.



Posting Komentar untuk "Diduga Ingin Raup Untung Besar, Roti Berjamurpun Masih Dibagikan"