Ruteng, NTT, Indometro.id – Keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi pada Januari hingga Pebruari 2026 memicu keresahan petani di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Empat desa terdampak yakni desa Papang, desa Pongkor, desa Ulu Belang, dan desa Nkaer.
Di tengah musim tanam padi yang sedang berlangsung, para petani mengaku belum menerima pupuk yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Kondisi ini dikhawatirkan berujung pada ancaman gagal panen.
Salah seorang petani asal Desa Papang, Advensius Mayelus Sambang, mengaku hingga akhir Pebruari pupuk belum juga tersedia.
“Sejak Januari sampai sekarang kami belum dapat pupuk. Kalau terus terlambat, bisa-bisa kami gagal panen,” keluhnya.
Pupuk Belum Masuk Gudang
Keluhan tersebut dibenarkan oleh Emiliana (Ellin), penyalur pupuk untuk keempat desa tersebut. Ia mengatakan hingga saat ini stok pupuk belum tersedia di kiosnya.
“Pupuk belum masuk di gudang. Di BGR juga belum ada. Masalahnya di Pupuk Indonesia. Kapal belum sandar karena cuaca,” jelas Ellin.
Ia menambahkan bahwa sebagai penyalur, pihaknya hanya menyampaikan harapan para petani agar pupuk tersedia tepat waktu saat musim tanam. Untuk informasi lebih rinci, ia menyarankan agar media mengonfirmasi langsung ke pihak distributor di Ruteng.
Menurut Ellin, distributor menyampaikan bahwa keterlambatan terjadi akibat kendala cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut pupuk tidak dapat berlabuh di Pelabuhan Reo.
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi Perindo, dapil Satarmese, Siprianus Jangka
DPRD Desak Pemerintah dan Distributor Bertanggung Jawab
Keluhan petani juga sampai ke telinga anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Dapil Satarmese, Siprianus Jangka. Ia mengaku menerima banyak laporan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, khususnya di Desa Papang dan Ulu Belang.
“Sekarang sudah musim tanam padi, tapi distribusi pupuk tidak lancar. Petani sangat resah,” ujarnya.
Siprianus menegaskan bahwa para petani sebelumnya sudah mengalami satu musim tanpa tanam pada Juni–Desember 2025 akibat rehabilitasi saluran irigasi. Karena itu, musim tanam tahun ini menjadi harapan besar bagi mereka.
“Kalau distribusi pupuk terlambat lagi, petani bisa terancam gagal panen. Kasihan mereka, sudah satu musim tidak tanam karena perbaikan irigasi,” tegasnya.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk segera meminta pertanggungjawaban distributor pupuk bersubsidi agar distribusi sesuai dengan kalender tanam petani.
Distributor: Kapal Sudah Bersandar, Distribusi Segera Normal
Sementara itu, pihak distributor pupuk bersubsidi di kabupaten Manggarai, Robert menyampaikan bahwa kendala utama memang disebabkan faktor cuaca. Namun, ia memastikan situasi telah teratasi.
“Kapal pengangkut pupuk sudah bersandar di Pelabuhan Reo. Besok, 25 Pebruari 2026, pupuk sudah bisa didistribusikan ke kios-kios di seluruh Kabupaten Manggarai, termasuk di Satarmese,” jelasnya.
Robert membantah tudingan keterlambatan distribusi sejak awal tahun. Menurutnya, pada Januari dan Pebruari distribusi berjalan normal, hanya dua minggu terakhir mengalami hambatan akibat cuaca.
“Tidak terlambat. Sejak Januari dan Pebruari kita distribusi lancar. Hanya dua minggu terakhir ada kendala,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa program pupuk bersubsidi secara nasional mendapat apresiasi pemerintah pusat karena dinilai mendukung program swasembada pangan.
Terkait jumlah pupuk yang telah dan akan didistribusikan, Robert mempersilakan media untuk mengonfirmasi langsung ke Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.
Sementara Kepala Dinas Pertanian kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur tidak berada ditempat saat dikonfirmasi media ini pada Selasa 24/2/2026 terkait kendala keterlambatan distribusi pupuk ini.
Kini, para petani di Satarmese menanti realisasi janji distribusi tersebut. Di tengah harapan panen setelah satu musim absen bercocok tanam, ketepatan waktu distribusi pupuk menjadi penentu apakah musim ini membawa hasil atau kembali menghadirkan kekecewaan. (****)




Posting Komentar untuk "Distribusi Pupuk Tersendat di Satarmese, Petani Empat Desa Resah di Tengah Musim Tanam"