Reduce bounce ratesindo Kesaksian Widyaprada BPMP Aceh, Belajar di Tenda Darurat - Indometro Media

Kesaksian Widyaprada BPMP Aceh, Belajar di Tenda Darurat


Kuala Simpang. Indometro. Id -
Setelah terjadinya banjir dan tanah longsor pada tanggal 26 November yang lalu, seorang Widyaprada dari Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh menyaksikan langsung di tenda darurat.

Kata Widyaprada BPMP Aceh, Putra Jaya, S.Pd., M.Si kepada media ini, Selasa (6/1/2026) mengatakan, tenda belajar darurat SD Negeri Babo berdiri di lapangan bola Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Di balik tenda itu ujar Putra, ada keteguhan sosok kepala sekolah namanya Ahmad, yang menjadi penggerak utama kembalinya aktivitas belajar setelah banjir besar merusak bangunan sekolah.

Dijelaskannya, kerusakan parah sempat membuat pembelajaran terhenti. Namun bagi Ahmad, pendidikan anak-anak tidak boleh ikut hanyut bersama bencana.

Putra menuturkan, apa yang dikatakan Ahmad memang benar. Walau pun sekolah rusak, anak-anak tetap harus belajar. 

"Jangan sampai mereka kehilangan semangat hanya karena musibah," kata Putra menirukan apa yang disampaikan Ahmad.

Putra mencurahkan, mungkin ia tidak banyak bicara. Namun ketulusannya menjadi bukti bahwa pendidikan tetap bernyawa, bahkan di tengah tenda darurat dan keterbatasan.

Ia memberitahukan apa yang ditegaskan oleh Ahmad, bahwasanya selama dia masih bisa berdiri, sekolah ini harus hidup.

Putra menyebutkan, berbekal dana bantuan Rp. 10 juta dari Kemendikdasmen, Ahmad menggerakkan guru dan warga untuk membangun tenda belajar. 

Bahkan ungkap Putra, ia menyewa mobil bak terbuka untuk menjemput dan mengantar siswa pada hari pertama pembelajaran, 5 Januari 2026.

Putra menyampaikan, Ahmad berucap, ia ingin memastikan semua anak bisa hadir. Ada yang rumahnya jauh, ada yang orang tuanya masih sibuk membersihkan sisa banjir. Jadi kami jemput mereka satu per satu.

Di tengah kesibukan memulihkan sekolah ungkap Putra, Ahmad sendiri menghadapi ujian berat, rumahnya hancur diterjang banjir. 

"Kini ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan anak. Meski demikian, ia tidak pernah mengeluh," kata Putra.

Dikatakannya, rumah bisa dibangun kembali. Tapi masa depan anak-anak jika hilang, itu sulit diganti begitu ucap Ahmad pelan.

Lebih lanjut, Putra mengutarakan, dari pertama sekolah di tenda darurat menjadi momen haru. 

"Anak-anak datang mengenakan seragam baru putih merah, bantuan masyarakat Lampung yang disalurkan melalui SPAB BPMP Provinsi Lampung," lmbuh Putra.

Ia menyampaikan apa yang dikatakan Ahmad yang berujar, ketika mereka memakai seragam, ia melihat mata mereka berbinar. Mereka merasa kembali seperti anak sekolah yang sesungguhnya.

Hal itu sambung Putra, seorang warga yang hati nuraninya ikut merasakan dampak bantuan tersebut.

Putra mengungkapkan yang disampaikan Ahmad, anak saya bilang. Mak, saya sudah sekolah lagi, kami sangat bersyukur.

Putra menyampaikan, masyarakat Desa Babo berterima kasih kepada Kemendikdasmen, BPMP Aceh, dan masyarakat Lampung melalui SPAB BPMP Provinsi Lampung yang telah peduli. 

Katanya, ketua SPAB BPMP Aceh ini menegaskan komitmen untuk terus mendampingi.

"Kami tidak ingin ada satu pun anak di wilayah terdampak bencana yang berhenti sekolah. Pendampingan akan terus dilakukan sampai kondisi pulih,” ungkapnya.

Diungkapkannya, di tengah proses pemulihan, warga masih berharap uluran tangan berbagai pihak untuk memperbaiki sarana belajar.

"Bantuan dapat disalurkan melalui Ketua SPAB BPMP Aceh, Putra Jaya, di nomor 0852 6055 7662," pungkasnya.(*)

Posting Komentar untuk "Kesaksian Widyaprada BPMP Aceh, Belajar di Tenda Darurat "

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?