-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Pemdes Koting A Gelar Pelatihan Ternak Ayam KUB

Sabtu, 14 Mei 2022, Mei 14, 2022 WIB Last Updated 2022-05-22T23:33:26Z
iklan disini :



 Peserta pelatihan mengikuti pemaparan materi 

Maumere, indometro.id - Pemerintah Desa Koting A Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka,  Provinsi NusaTenggara Timur, Sabtu,  (14/5/2022) menggelar pelatihan Pengelolaan Ternak Ayam Kampung jenis KUB bagi kelompok ternak.

Pelatihan ini bertempat di lokasi peternakan ayam Soli Deo, di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau dikenal dengan ayam KUB merupakan jenis ayam kampung dengang galur baru generasi keenam yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). 

Ayam jenis KUB memiliki keunggulan seperti sifat mengeram yang rendah serta produksi telur tinggi, sehingga menjadi induk penghasil Day Old Chik (DOC). 

Selain kelompok ternak, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa bersama perangkat, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) Kabupaten Sikka, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa kecamatan Koting.

Penjabat Kepala Desa Koting A, Tadeus Delang mengatakan, pelatihan pengelolaan ternak ini bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan sesuai Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190 tahun 2021.

'Di mana, diwajibkan pemerintah Desa menganggarkan 20 persen dari total Dana Desa tahun 2022', ungkapnya.

Dikatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan bagj warga Desa. 

Bertindak selaku narasumber, Rofin Muda, pemilik peternakan ayam Soli Deo. Adapun materi pelatihan meliputi siklus virus, vaksinasi, Day Old Chik (DOC) dan Biosecurity

Rofin Muda, dalam paparan materinya menjelaskan hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ternak ayam adalah pemberian vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya virus pada musim pancaroba.

'Ketika virus itu datang di musim pancaroba kita sudah back up kita punya ternak. Jangan tunggu sakit baru kita obati. Itu adalah kesalahan kita. Itu adalah kelemahan kita', jelasnya.

Disampaikan, dalam pemberian vaksin, harus memperhatikan siklus musim pancaroba yakni masa peralihan dari musin panas ke musim hujan atau dari musim hujan ke musim panas. Karena, pada musim ini biasa muncul virus yang menyerang ternak. 

Ia mengatakan, ayam yang didistribusikan ke kelompok ternak di setiap Desa adalah ayam yang sudah divaksinasi. Vaksinasi dilakukan  sebanyak 6 kali untuk memastikan ayam yang didistribusikan dalam kondisi tahan terhadap penyakit.

'Kita berikan vaksin sebanyak 6 kali baru kita kirim ke Desa. Untunk memastikan kondisi ayam dalam keadaan sehat',  lanjutnya. 

Vaksinasi tersebut terdiri dari ND 1 dengan kisaran umur ayam 1 sampai 4 hari, ND Lasota 7 sampai 14 hari, Gumbara 21 sampai 60 hari, Corisa 70 sampai 90 hari, ND H 1 ditambah Corisa 100 sampai 120 hari dan terakhir ND H 1 ditambah Gumboro dan Corisa untuk umur ayam lebih dari 120 hari. 

Selain itu, ia menambahkan, para peternak wajib memperhatikan kebersihan kandang serta kesehatan hewan ternak. Kondisi kandang harus memungkinkan adanya jangkauan sinar matahari. Kemudian, jika ada hewan ternak yang sakit, segera dipisahkan dari hewan lain yg masih sehat agar menghindari penularan penyakit ke hewan ternak yang masih sehat.

'Kondisi kandang harus memungkinkan akses sinar matahari. Dan hewan ternak yang sakit harus segera dipisahkan  agar menghindari penularan terhadap hewan ternak lainnnga', pungkasnya.

Selain teori, juga diberikan materi praktek agar para peserta dapat memiliki keterampilan merawat dan mengelola ternak ayam.  (M/N)











Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+