Ketum KADIN Lantik CEO KIP Akbar Djohan Jadi Kepala BLRP KADIN

Ketum KADIN Lantik CEO KIP Akbar Djohan Jadi Kepala BLRP KADIN


Jakarta, indometro.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid melantik CEO Krakatau International Port (KIP), Akbar Djohan menjadi Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok (BLRP) KADIN Indonesia periode 2021 - 2026 pada 20 Oktober 2021, di Westlin Hotel (hybrid). 

Pelantikan Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) periode 2021-2026 berlangsung secara hikmat dan membawa energi postif untuk menjalankan program KADIN dalam menggerakan roda perekonomian sebagaimana diamanatkan UU No. 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid melantik Kepala Badan dan seluruh anggota untuk bersama-sama menjalankan program-program KADIN lima tahun yang akan datang.

Seusai dilantik menjadi Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN Indonesia, Akbar Djohan pada Jumat, 22 Oktober 2021, menyatakan bahwa KADIN dibawah kepemimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid optimis dalam kepengurusan kedepannya mampu bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan percepatan dan pertumbuhan perekonomian nasional.

"Alhamdulillah saya dipercayakan oleh Ketua Umum Arsjad Rasjid untuk menjabat sebagai Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN. Amanah ini pastinya akan saya maksimalkan dan akan berkontribusi penuh dalam kepengurusan ini sehingga bisa melakukan gebrakan-gebrakan serta inovasi dalam bidang logistik dan rantai pasok," kata Akbar melalui surat elektronik yang diterima oleh indometro.id, Sabtu (23/10/2021).

CEO Krakatau International Port ini juga mengatakan perkembangan dunia logistik dan rantai pasok tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi KADIN, dengan adanya beberapa peluang, seperti Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk menjadi poros maritim dunia, yang kemudian tantangan berupa disrupsi teknologi yang begitu cepat serta peningkatan SDM untuk menunjang kegiatan logistik dan rantai pasok di Indonesia.

"Badan Logistik KADIN telah telah melakukan pemetaan ekosistem logistik nasional dengan melakukan pengembangan infrastruktur transportasi melalui manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi dan komunikasi, dan pelaku dan penyedia jasa logistik. Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan blue print SISLOGNAS. Dan utamanya mendorong dan mendukung terciptanya ekosistem logistik dan rantai pasok yang terintegrasi berbasis digital," tutur Akbar.

Ia menambahkan, KADIN fokus terhadap beberapa bidang logistik dan rantai pasok, seperti manufaktur, kesehatan, agro, kelautan, dan tentunya pertambangan. 

Tak lupa pula KADIN melakukan perbaikan terhadap tata kelola logistik dan rantai pasok, dengan sistem logistik yang efisen, inklusif untuk meningkatkan daya saing komoditas, dan pertumbuhan permintaan.

"Harapan saya tentunya kedepan nanti lewat KADIN, industri logistik dan rantai pasok terus maju dan bertumbuh dengan beberapa program Badan Logistik yang utamanya integrasi dan efisiensikan seluruh kegiatan dengan digitalisasi dan juga mendorong terciptanya wirausaha yang inklusif, kolaboratif dan juga mendukung pemulihan kesehatan serta bersama KADIN bangkitkan ekonomi nasional," pungkas Akbar. 


Baca Juga :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama