Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kondisi Korban Gempa Sulbar, Sejumlah Anak dan Balita Mulai Terserang Penyakit

Puluhan anak-anak dan balita di tenda-tenda pengungsian mulai terserang penyakit

MAMUJU, indometro.id - Pasca gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, puluhan anak-anak dan balita di tenda-tenda pengungsian mulai terserang penyakit.

Pantauan jurnalis di tenda-tenda pengungsian halaman luar Stadion Manakarra, Mamuju pada Kamis (21/1/2021), sejumlah anak dan balita mengalami demam, flu dan batuk. Bahkan beberapa balita mengalami diare.

“Flu, demam sampai mencret. Kan sembarang dimakan disini,” kata Rusma, warga Jalan Tuna, Kelurahan Binanga.

Rusma juga menceritakan, bagaimana mereka tiba di pengungsian setelah gempa. Saat itu yang ada dibenaknya hanya keselamatan anak-anaknya.

“Kita lari dari rumah itu sekitar jam 02:15. Tidak pakai sandal. Yang kita pikirkan itu yang penting anak-anak selamat,” kisahnya.

Keluhan serupa dialami Fitri, Fadliyanti, Masitah dan sejumlah ibu-ibu lainnya. Sejak sepekan di tenda pengungsian kondisi kesehatan anak-anak mereka sangat mengkhawatirkan. Rata-rata mengalami demam dan flu.

Mereka membutuhkan obat-obatan, selimut, minyak telon, pakaian anak-anak, susu formula dan makanan bayi.

“Kalau ada bantuan selimut karena anak-anak kedinginan kalau malam. Tidak ada selimut dan minyak telon. Sarung yang dipakai mandi itu juga dipakai tidur,” tutur Fitri sambil menenangkan bayinya yang rewel karena demam.

Demikian halnya Hamsinah. Warga Jalan Tuna itu mengaku anaknya mulai sakit setelah berada di pengungsian.

Hamsinah juga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat guncangan gempa, Jumat Subuh lalu.

“Masih bisa ditempati, tetapi kami takut untuk kembali. Waktu gempa, tabung gas dan kompor terlempar dan masuk ke laut,” katanya.

Mereka berharap agar bantuan untuk kebutuhan mendesak anak-anak seperti obat obatan, selimut, pakaian, minyak telon dan susu segera datang.

(*/eko prasetyo)

Artikel Terkait