Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kaliwatu Refting Bukan Hanya Cafe dan Adventure juga ada Seni

Arif Selaku Seni Rupa di Kota Batu dan Kolektor

Batu, indometro.id -Bukan hanya, Adventure saja yang berada di Kaliwatu Adventure Cafe and Rafting, saat ini juga ada kolektor dan seni  keramik yang satu-satunya ada di KWB (Kota Wisata Batu).

Muklis Arif, yang kerap disapa Arif ini asli arek mBatu, yang saat itu tinggal di Kaumansari. Dirinya bergelut di dunia seni sejak berusia dini. Tanpa disangka dan ia sadari, dirinyapun tidak percaya bahwa hasil goresannya atau hasil karyanya sampai ke mancanegara.

Tak asing lagi, sosok seniman dan pecinta kolektor keramik dan alat-alat kuno pembuat keramik ini, sudah sering didengar di telinga masyarakat luas. Apa lagi bagi masyarakat Kota Batu, dengan bergelut di dunia seni rupa Arif jebolan Universitas Sebelas Maret (Solo), dan Universitas Yogyakarta.

“Awalnya tahun 1994 yang lalu, saya bersama saudara kembar saya Muklas Rofiq, buka toko di Jalan Diponegoro, Kota Batu yang diberi nama ‘Tuku Ceramik’. Lalu buka lagi di Jalan Joso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang bernama ‘Kecil Galeri,” ucapnya, Kamis siang (23/7/2020), saat ditemui di Kaliwatu Cafe and Galeri Art Ceramik.

Kendati demikian, lanjut Arif, mulai dari dulu satu keluarga kami senang seni semua. Karena keluarga pecinta seni, seperti Bapak Muklas Robiq selaku Adventure Inopik, sebagai aktor juga sutradara, dan Bapak Muis sebagai penulis novel yang terkenal dengan salah satu judulnya “Sang Mursid”.

“Seni tanah liat ini, atau keramik sebenarnya awal pemasaranya di Pulau Dewata (Bali). Karena di sana sangat laris, akan tetapi semenjak ada Bom Bali, saya kembali pulang ke Batu pada tahun 2004. Karena saya berfikir Batu sekarang menjadi central pariwisata, dengan beraneka ragam dan cocok dibuat untuk membuka seni rupa. Artinya, di KWB masih sangat jarang,” tuturnya, sembari tersenyum ramah saat menunjukan hasil karya seninya.

Menurut seniman yang pernah meraih prestasi the best di tahun 2018 kemarin, dia berpikir untuk membuat keramik atau mug (gelas), dengan berbahan dasar dari tanah liat.

“Saya bekerja sama dengan kakak saya, di Kaliwatu Adventure Cafe. Dengan ini bisa mengangkat potensi seni rupa di KWB, yang sangat langka,” tegasnya.

Lebih dari itu, lanjut dia, dengan membuat edukasi pembuatan keramik di Kaliwatu Adventure Cafe bisa bekerjasama dengan pihak sekolah, karyawan pabrik, dan wisatawan yang berkunjung ke Kaliwatu Adventure Cafe tersebut. Biar tidak melupakan seni yang sangat menarik bagi masyarakat yang cinta seni.

“Memiliki jiwa seni, rasanya ingin mengangkat potensi wisata dengan seni rupa, yang berada di KWB. Sebab Pariwisata di KWB ini beraneka ragam,” katanya

Di sisi lain, sosok Dosen Seni Rupa Unesa ini juga berharap, sebaiknya Pemerintahan Kota Batu membuat galeri seni yang strategis di pusat keramaian, atau mengadakan event, di Alun Alun Kota Batu usai masa pandemi Covid-19 nantinya.

“Sebab, dapat memberi inovasi baru di KWB, dengan menonjolkan seni rupa asli KWB-nya. Selain itu juga dapat lebih hidup di bidang seni, sehingga tidak monoton di pariwisatanya saja,” tukasnya. har