WADUH..Gempa Susulan Bikin Warga Solok Selatan Takut Kembali ke Rumah - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, March 1, 2019

WADUH..Gempa Susulan Bikin Warga Solok Selatan Takut Kembali ke Rumah

Baca Juga

Warga korban gempabumi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tinggal di tenda-tenda darurat gara-gara khawatir lindu susulan pada Jumat, 1 Maret 2019.
Warga korban gempabumi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tinggal di tenda-tenda darurat gara-gara khawatir lindu susulan pada Jumat, 1 Maret 2019.
INDOMETRO.ID - Warga Kabupaten Solok Selatan di Sumatera Barat yang menjadi korban gempa bumi kemarin takut kembali dan beraktivitas di rumah mereka. Sebab gempa susulan masih terjadi dan terakhir pada Jumat pagi, 1 Maret 2019.

Mereka sebelumnya mendirikan tenda darurat dari terpal-terpal bekas yang dipancangkan dengan kayu. Tetapi tenda itu tak berarti membuat mereka nyaman meski untuk sementara, sebab saat hujan deras seperti malam tadi, tak dapat dihindari bakal kehujanan juga.
"Sejak malam di tenda, ada lansia dan anak-anak juga. Sedangkan kami laki-laki berjaga-jaga. Tadi malam hujan. [sebagai] Antisipasi, ya, kami bikin parit kecil agar air tidak masuk tenda," kata Purwadi, seorang warga Sungai Sungkai, Kecamatan Sangir Balai Janggo, saat ditemui pada Jumat, 1 Maret 2019.
Purwadi, termasuk warga lain yang terdampak, membutuhkan tenda untuk penampungan sementara masing-masing keluarga. Belum ada bantuan sejauh ini sehingga mereka hanya membuat tenda darurat dari terpal.
BACA JUGA:

Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, sebelumnya memahami sikap warga yang tinggal di tenda-tenda darurat gara-gara khawatir gempa susulan. Dia berjanji mengadakan secepatnya tenda-tenda yang lebih baik untuk menampung sementara keluarga-keluarga terdampak gempa.
Selain itu, logistik siap saji merupakan kebutuhan yang sangat mendesak, karena sebagian besar peralatan dapur milik warga rusak akibat gempa kemarin.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sudah mendata dan mengidentifikasi dampak gempa itu, yang meliputi korban jiwa maupun kerusakan bangunan atau rumah. Masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari sejak kemarin.(vv)

No comments:

Post a Comment