Harga Pangan Turun, Februari 2019 Deflasi 0,08 Persen - Indometro Media

Berita Terbaru

Thursday, February 28, 2019

Harga Pangan Turun, Februari 2019 Deflasi 0,08 Persen

Baca Juga

Pedagang menyortir cabai merah di Pasar Induk Rau, di Serang, Banten
Pedagang menyortir cabai merah di Pasar Induk Rau, di Serang, Banten
INDOMETRO.IDBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat, deflasi terjadi pada Februari 2019 sebesar 0,08 persen, setelah sebelumnya pada Januari 2019, inflasi tercatat sebesar 0,32 persen.



Dengan begitu, inflasi tahun kalender Februari 2019 terhadap Desember 2018 tercatat sebesar 0,24 persen, serta inflasi tahun ke tahun atau year on year (yoy) tercatat 2,57 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, mengatakan, dari 82 kota yang disurvei, 69 kota mengalami deflasi, sedangkan 13 kota mengalami inflasi. 
Untuk kota yang mengalami deflasi tertinggi, yakni Merauke sebesar -2,11 persen dan deflasi terendah terjadi di serang sebesar -0,02 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Tual, sebesar 2,98 persen. Selanjutnya, terendah terjadi di Kendari, sebesar 0,03 persen.
BACA JUGA:

"Secara umum untuk yang deflasi tertinggi di Merauke karena penurunan harga sayuran cabai itu mengalami penurunan harga. Sedangkan yang inflasi tertinggi di Tual beberapa disebabkan kenaikan harga sayuran khususnya bayam dan ikan segar," kata Yuanita saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.
Berdasarkan komponennya, Yunita mengatakan, deflasi yang terjadi pada bulan tersebut karena pada harga bergejolak atau volatile price mengalami deflasi sebesar -1,30 persen dengan andil 0,25 persen.


Sementara itu, untuk inflasi inti sebesar 0,26 persen, dengan andil 0,15 persen, danadministered price atau harga-harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan andilnya 0,02 persen.
"Komponen energi (di volatile price) yang terdiri dari BBM dan TDL itu mengalami deflasi 0,28 persen dengan andil -0,03 persen antara lain untuk yang bensin non subsidi yang alami penurunan harga," tuturnya. (vv)

No comments:

Post a Comment