Siswi SMA Hamil dan Trauma Berat Usai Dicabuli 8 Orang Termasuk Ayah Kandungnya Selama 2 Tahun - Indometro Media

Berita Terbaru

Sunday, October 7, 2018

Siswi SMA Hamil dan Trauma Berat Usai Dicabuli 8 Orang Termasuk Ayah Kandungnya Selama 2 Tahun

Baca Juga

Siswi SMA Hamil dan  Trauma Berat Usai Dicabuli 8 Orang Termasuk Ayah Kandungnya Selama 2 Tahun
Ket Foto : Petugas Polres Lampung Utara menggiring tiga tersangka pencabulan terhadap gadis berusia 17 tahun. Ketiga tersangka merupakan ayah kandung, paman, dan tetangga korban. 
INDOMETRO.ID - Ibu korban pencabulan di Lampung Utara meminta bantuan Kapolri untuk menangkap para pelaku yang belum tertangkap.
Seorang siswi SMA berusia 17 tahun di Lampung Utara mengalami tindakan pencabulan sejak 2017.

Aksi bejat tersebut ternyata dilakukan delapan orang. Lebih miris lagi, satu di antara pelaku merupakan ayah kandung korban.
Pihak kepolisian telah menangkap tiga dari delapan pelaku.
Ketiga orang yang telah ditangkap adalah ayah kandung korban berinisial DR (41), paman korban berinisial MR (41), dan tetangga korban yang juga teman ayahnya, DM (50).
Ibu kandung korban mengungkapkan, ada lima pelaku lain yang belum tertangkap.

"Saya minta Kapolri, Kapolda Lampung, dan Kapolres Lampung Utara untuk menangkap mereka," ujarnya, Minggu (7/10/2018) seperti dilansir Tribunnews.com.
Menurutnya, putrinya tersebut masih mengalami trauma berat. Kondisi fisik korban masih lemah dan belum bisa bicara normal. Bahkan setiap mau tidur, korban selalu minta ditemani dan dipeluk.
Melihat kondisi putrinya tersebut, ibu korban mengaku hanya bisa menyemangatinya.

Paman korban menerangkan, pelaku pencabulan terhadap keponakannya itu berjumlah delapan orang.
Hal tersebut diketahui setelah korban mengungkapkannya kepada ibu korban.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Donny Kristian Bara'langi mengatakan, dirinya beserta anggota terus melakukan pendalaman keterangan saksi-saksi.
"Kami sudah ketahui pelaku lainnya. Namun masih dirahasiakan, untuk proses penyelidikan. Kami berupaya maksimal mengungkap kasus ini," katanya. 
Sebelumnya diberitakan, akibat kasus pencabulan yang ia alami, korban mengalami depresi.

Kondisi itu membuat ia harus berhenti sekolah. Tak hanya itu, korban pun diketahui dalam keadaan hamil.
"Korban hamil dua bulan dan dalam kondisi trauma berat. Ia masih dalam tahap konseling dengan psikolog," ujar Kapolres Lampung Utara Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana.
Polisi telah menangkap ketiga tersangka yang melakukan aksi pencabulan terhadap korban.
Ketiga tersangka tersebut adalah ayah kandung korban berinisial DR (41), paman korban berinisial MR (41), dan DM (50), tetangga yang juga teman ayah korban.
Awalnya, polisi menangkap DR di Lampung Tengah pada Minggu (30/9/2018).
Lalu, polisi menangkap MR dan DM di rumah masing-masing pada Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.
DR mengaku mencabuli anak kandungnya itu sejak bercerai dari istrinya.
Pencabulan dilakukan sejak 2017 hingga September 2018.
DR berdalih melakukan perbuatan tersebut karena khilaf. "Saya khilaf," ujarnya saat diwawancarai di Mapolres Lampura, Jumat (5/10/2018).
Sementara, MR mencabuli keponakannya itu sebanyak lima kali pada bulan Agustus.

MR melakukan perbuatan tak senonoh itu saat korban sendirian di rumah.
Dengan menggunakan senjata tajam, MR mengancam akan membunuh korban jika menolak keinginannya.
BACA JUGA:

TEGANYA...Dikira Kuncing. Ternyata Ada Bayi Perempuan Cantik Dibuang Orangtuanya di Bawah Pohon Mahoni


Sementara, DM mengaku berani mencabuli korban karena DR, ayah korban, pernah menawari korban untuk dinikahi.
"DR punya utang sama saya Rp 600 ribu. Lalu, ia menawari saya untuk menikahi anaknya sebagai pelunas utang. Dari situ, saya berani mencabuli korban," papar DM, seraya mengaku sudah lima kali mencabuli Bunga sejak Mei.
Aksi pencabulan terhadap korban diketahui setelah korban menceritakan peristiwa tragis yang ia alami ke bibinya.
Eka Mulyana mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari korban dan keluarga.
Menurut Eka, korban yang sudah depresi akibat dicabuli ayah kandung, paman, dan seorang tetangga, akhirnya berani menceritakan hal yang dialami ke bibinya.
Mendengar cerita itu, sang bibi tak terima.
Ia lalu menceritakan hal itu ke ibu kandung korban, yang sudah tidak tinggal serumah dengan korban.

Berdasarkan kesepakatan keluarga, proses hukum ditempuh.
Korban dan keluarganya melapor ke polres.
"Berdasarkan laporan itulah kami lakukan penyelidikan dan menangkap tiga tersangka," papar Eka.(rsky)

No comments:

Post a Comment