TULUNGAGUNG, Indometro.id– Potensi pertanian Kabupaten Tulungagung yang mampu menghasilkan panen hingga tiga kali dalam setahun menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Potensi tersebut terus didorong Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui penguatan sistem irigasi, pengelolaan air, serta peningkatan sinergi bersama para petani.
Hal itu disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri Tasyakuran Panen Raya yang digelar Gabungan Himpunan Petani Pengguna Air (GHIPPA) Sobokalen bersama Gapoktan Setyo Tani Kelurahan Karangwaru di Pos Pantau Air Sawah Kelurahan Karangwaru, Selasa (15/9/2026).
“Alhamdulillah, hari ini kita bersyukur kepada Allah SWT atas panen yang melimpah. Jika dihitung-hitung, dalam satu tahun kita bisa panen tiga kali, dan hasilnya terus meningkat berkat kerja sama dan gotong royong kita semua,” kata Ahmad Baharudin.
Menurutnya, keberhasilan panen hingga tiga kali dalam setahun tidak hanya ditentukan oleh kerja keras petani. Capaian tersebut juga merupakan hasil sinergi antara pemerintah, petani, pengelola pengairan, serta penyuluh pertanian.
Karena itu, Ahmad Baharudin meminta capaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai peningkatan produksi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sistem pertanian yang berkelanjutan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberlangsungan jaringan irigasi. Kelancaran pola tanam, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga dan merawat sarana pengairan.
Memasuki musim penghujan, para petani juga diminta melakukan antisipasi sejak dini dengan membersihkan saluran air serta meningkatkan kegiatan kerja bakti. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyumbatan, genangan air, maupun potensi banjir yang dapat mengganggu lahan pertanian.
Sementara saat memasuki musim kemarau, distribusi air diharapkan dilakukan secara adil dengan mengedepankan komunikasi dan kepentingan bersama. Pengaturan tersebut diperlukan agar kebutuhan air setiap kelompok petani dapat terpenuhi sehingga pola dan jadwal tanam tetap berjalan dengan baik.
“Pemerintah selalu mendukung penuh para petani. Yang terpenting mari kita terus jaga kekompakan, gotong royong, dan kerukunan. Jika tanamnya lancar dan dipersiapkan dengan matang bersama-sama, insya Allah panen-panen berikutnya juga akan terus berlimpah,” tuturnya.
GHIPPA Soroti Kondisi Jalan Usaha Tani
Sementara itu, Ketua GHIPPA Sobokalen Mustofa menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi para petani. Salah satunya berkaitan dengan kondisi jalan usaha tani yang menghubungkan wilayah Kelurahan Karangwaru, Boyolangu, Moyoketen, Bono hingga Tamanan.
Menurut Mustofa, kondisi jalan tersebut masih cukup mendukung aktivitas pertanian ketika musim kemarau. Namun, saat musim penghujan tiba, sejumlah ruas jalan menjadi becek sehingga menghambat mobilitas petani maupun proses pengangkutan hasil panen.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan untuk perbaikan jalan usaha tani tersebut. Infrastruktur yang baik tentu akan sangat membantu aktivitas petani, terutama dalam mengangkut hasil panen,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, GHIPPA Sobokalen juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung karena kelompok tersebut dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Tulungagung dalam lomba HIPPAM tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan panen raya yang mengusung tema “Panen Raya Menuju Tulungagung Swasembada Pangan” tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, jajaran Forkopimcam, kepala desa dan lurah, penyuluh pertanian, pengelola pengairan, serta ratusan petani.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, kemampuan petani melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun menjadi peluang besar sekaligus tantangan yang harus dijaga. Produktivitas tersebut perlu ditopang dengan infrastruktur pertanian yang memadai, pengelolaan air yang baik, serta pola tanam yang terukur.
Tasyakuran panen raya ditutup dengan doa bersama dan pemotongan padi secara simbolis oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Kepala Dinas Pertanian dan jajaran Forkopimcam Boyolangu.
Capaian tiga kali panen dalam setahun menjadi gambaran besarnya potensi sektor pertanian Tulungagung. Dengan irigasi yang semakin baik, pengelolaan air yang teratur, serta kolaborasi antara pemerintah dan petani, potensi tersebut diharapkan mampu menjadi pijakan kuat menuju Tulungagung yang semakin mandiri dan berkelanjutan dalam bidang pangan.



Posting Komentar untuk "Panen Tiga Kali Setahun, Tulungagung Bidik Penguatan Swasembada Pangan"